Daftar isi (6 bab, 33 pasal)
BERITA NEGARA
No.821, 2021 KEMENESDM. Alat Penyalur Daya Listrik
Masyarakat. Penyediaan Stasiun Pengisian Energi
Listrik.
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 22 TAHUN 2021
TENTANG
PENYEDIAAN STASIUN PENGISIAN ENERGI LISTRIK
DAN ALAT PENYALUR DAYA LISTRIK BAGI MASYARAKAT
DI DAERAH SULIT DIJANGKAU DENGAN JARINGAN TENAGA LISTRIK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan bauran energi nasional sesuai dengan kebijakan energi nasional, perlu penyediaan tenaga listrik yang memanfaatkan sumber energi terbarukan;
b. bahwa untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik serta meningkatkan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik khususnya pada daerah yang sulit dijangkau dengan jaringan tenaga listrik, perlu penyediaan alat penyalur daya listrik sebagai sarana distribusi tenaga listrik kepada masyarakat;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Penyediaan Stasiun Pengisian Energi Listrik dan Alat Penyalur Daya Listrik bagi Masyarakat di Daerah Sulit Dijangkau dengan Jaringan Tenaga Listrik; www. peratu ran .go. id
hlm. 2Mengingat : 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4746);
3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);
4. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5052);
5. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6523);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 300, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5609);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 35, Tambahan Lembaran Negara Republik www. peratu ran .go. id hlm. 3 Indonesia Nomor 6637);
9. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2015 tentang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 132) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2015 tentang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 289);
10. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 33) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 63);
11. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1565) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 146);
12. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 733); www. peratu ran .go. id
hlm. 4MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA
MINERAL TENTANG PENYEDIAAN STASIUN PENGISIAN
ENERGI LISTRIK DAN ALAT PENYALUR DAYA LISTRIK BAGI
MASYARAKAT DI DAERAH SULIT DIJANGKAU DENGAN
JARINGAN TENAGA LISTRIK.
BAB IKETENTUAN UMUM
Pasal 1 #Laporkan
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Sumber Energi Terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari, aliran dan terjunan air, serta gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut.
2. Stasiun Pengisian Energi Listrik yang selanjutnya disingkat SPEL adalah pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan setempat sebagai sarana pengisian energi listrik untuk alat penyalur daya listrik.
3. Penyediaan SPEL adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pengadaan, pendistribusian, dan pemasangan SPEL.
4. Alat Penyalur Daya Listrik yang selanjutnya disebut APDAL adalah peranti penyaluran daya listrik berbasis baterai yang dapat diisi ulang pada SPEL.
5. Instalasi Rumah Arus Searah yang selanjutnya disingkat IRAS adalah instalasi listrik searah yang memperoleh pasokan listrik dari APDAL dan dipasang pada rumah pengguna paket APDAL termasuk bangunan fasilitas umum dan/atau fasilitas sosial.
6. Paket APDAL adalah APDAL dan IRAS.
7. Cadangan APDAL adalah persediaan APDAL yang disiapkan sebagai pengganti APDAL yang akan diisi ulang. www. peratu ran .go. id
hlm. 58. Penyediaan Paket APDAL dan Cadangan APDAL adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pengadaan, pendistribusian, dan pemasangan Paket APDAL serta Cadangan APDAL.
9. Penerima Paket APDAL adalah pemerintah desa setempat yang menerima Paket APDAL serta Cadangan APDAL.
10. Pengguna Paket APDAL adalah pemilik rumah yang merupakan warga negara Indonesia termasuk bangunan fasilitas umum dan/atau fasilitas sosial di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berhak mendapatkan dan menggunakan Paket APDAL.
11. Badan Usaha adalah badan usaha berbentuk badan hukum atau tidak berbentuk badan hukum yang didirikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan melakukan usaha dan/atau kegiatan pada bidang tertentu.
12. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan adalah direktorat jenderal yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan, pengusahaan, keteknikan, keselamatan kerja, dan lingkungan di bidang ketenagalistrikan.
13. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi yang selanjutnya disebut Direktorat Jenderal EBTKE adalah direktorat jenderal yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan panas bumi, bioenergi, aneka energi baru dan terbarukan, dan konservasi energi.
14. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral.
15. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan adalah direktur jenderal yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan, pengusahaan, keteknikan, keselamatan kerja, dan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. www. peratu ran .go. id
hlm. 616. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi yang selanjutnya disebut Direktur Jenderal EBTKE adalah direktur jenderal yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan panas bumi, bioenergi, aneka energi baru dan terbarukan, dan konservasi energi.
17. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang selanjutnya disebut PT PLN (Persero) adalah Badan Usaha milik negara yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1994 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).
18. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 2 #Laporkan
(1) Penyediaan SPEL, Paket APDAL, dan Cadangan APDAL diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di daerah sulit dijangkau dengan jaringan tenaga listrik.
(2) Daerah sulit dijangkau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan atas nama Menteri. www. peratu ran .go. id
hlm. 7BAB IIPENYEDIAAN STASIUN PENGISIAN ENERGI LISTRIK DAN ALAT PENYALUR DAYA LISTRIK
Bagian KesatuPerencanaan Stasiun Pengisian Energi Listrik
dan Alat Penyalur Daya Listrik
Pasal 3 #Laporkan
(1) Menteri melalui Direktur Jenderal Ketenagalistrikan melakukan perencanaan wilayah pendistribusian dan pemasangan SPEL, Paket APDAL, dan Cadangan APDAL.
(2) Perencanaan wilayah pendistribusian dan pemasangan SPEL, Paket APDAL, dan Cadangan APDAL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun berdasarkan survei yang dilakukan oleh PT PLN (Persero).
(3) PT PLN (Persero) dalam melakukan survei sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat bekerja sama dengan instansi terkait.
(4) Hasil survei sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditandatangani oleh Direksi PT PLN (Persero).
(5) Hasil survei sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disampaikan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dengan melampirkan dokumen berupa:
a. data calon Pengguna Paket APDAL;
b. perhitungan jumlah Cadangan APDAL;
c. usulan lokasi SPEL;
d. usulan jumlah SPEL; dan
e. surat pernyataan kesanggupan menerima hibah dari calon Penerima Paket APDAL.
(6) Penyampaian hasil survei dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilakukan paling lambat minggu keempat bulan Desember untuk Penyediaan SPEL dan Penyediaan Paket APDAL dan Cadangan APDAL tahun berikutnya. www. peratu ran .go. id
hlm. 8Pasal 4 #Laporkan
(1) Menteri melalui Direktur Jenderal Ketenagalistrikan melakukan verifikasi terhadap dokumen yang disampaikan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (5).
(2) Hasil verifikasi dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam berita acara hasil verifikasi data calon Pengguna Paket APDAL, Cadangan APDAL, dan SPEL sesuai dengan format yang tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(3) Berdasarkan berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Direktur Jenderal Ketenagalistrikan atas nama Menteri menetapkan calon Pengguna Paket APDAL, jumlah Cadangan APDAL, lokasi SPEL, dan jumlah SPEL paling lambat akhir bulan Desember.
Bagian KeduaPengadaan, Pendistribusian, dan Pemasangan
Stasiun Pengisian Energi Listrik
Pasal 5 #Laporkan
(1) PT PLN (Persero) bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan, pendistribusian, dan pemasangan SPEL.
(2) Biaya pengadaan, pendistribusian, dan pemasangan SPEL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan pada anggaran PT PLN (Persero).
Pasal 6 #Laporkan
(1) Setiap unit SPEL memiliki kapasitas pengisian paling banyak 24 (dua puluh empat) APDAL dan berjarak paling jauh 3 (tiga) kilometer dari Pengguna Paket APDAL.
(2) Dalam hal terdapat penambahan jumlah Pengguna Paket APDAL, PT PLN (Persero) menyiapkan tambahan SPEL sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). www. peratu ran .go. id
hlm. 9Pasal 7 #Laporkan
PT PLN (Persero) harus menyelesaikan pendistribusian dan pemasangan SPEL paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak surat pemberitahuan telah selesai proses pengadaan APDAL dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.
Pasal 8 #Laporkan
(1) Setiap SPEL dikenai:
a. biaya pemakaian tenaga listrik; dan
b. biaya penyambungan.
(2) Biaya pemakaian tenaga listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan biaya pemakaian golongan tarif untuk keperluan rumah tangga kecil pada tegangan rendah dengan daya sampai dengan 450 (empat ratus lima puluh) VA (R-1/TR) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero) yang berlaku untuk tarif tenaga listrik prabayar.
(3) Biaya pemakaian tenaga listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk tahun pertama bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara.
(4) Biaya penyambungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk setiap SPEL ditetapkan sebesar Rp0 (nol rupiah).
Pasal 9 #Laporkan
(1) Pengadaan SPEL dilakukan oleh PT PLN (Persero).
(2) Dalam melakukan pengadaan SPEL sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PT PLN (Persero) dapat melibatkan Badan Usaha.
Pasal 10 #Laporkan
(1) Pendistribusian SPEL dilakukan oleh PT PLN (Persero) sesuai lokasi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan atas nama Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3). www. peratu ran .go. id
hlm. 10(2) Dalam melakukan pendistribusian SPEL sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PT PLN (Persero) dapat melibatkan Badan Usaha.
Pasal 11 #Laporkan
(1) Pemasangan SPEL dilakukan oleh PT PLN (Persero) sesuai dengan lokasi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan atas nama Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).
(2) Pemasangan SPEL oleh PT PLN (Persero) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada lokasi yang disediakan oleh Penerima Paket APDAL.
(3) Dalam melakukan pemasangan SPEL sebagaimana dimaksud pada ayat (2), PT PLN (Persero) dapat melibatkan Badan Usaha.
(4) Badan Usaha yang telah selesai melaksanakan pemasangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus menyerahkan bukti pemasangan SPEL kepada PT PLN (Persero).
Pasal 12 #Laporkan
Badan Usaha yang bekerja sama dengan PT PLN (Persero) melakukan kegiatan meliputi:
a. pengadaan SPEL;
b. pendistribusian SPEL; dan
c. pemasangan SPEL.
Pasal 13 #Laporkan
PT PLN (Persero) harus menjamin SPEL dapat dioperasikan paling singkat selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal sertifikat laik operasi atau surat pernyataan bertanggung jawab terhadap aspek keselamatan ketenagalistrikan.
Pasal 14 #Laporkan
(1) Badan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 harus menyediakan pusat layanan (service center) SPEL, dengan ketentuan: www. peratu ran .go. id
hlm. 11a. berada paling sedikit pada ibu kota provinsi; dan
b. melayani paling singkat selama 5 (lima) tahun terhitung sejak serah terima SPEL dari Badan Usaha kepada PT PLN (Persero).
(2) Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus:
a. menyediakan layanan purnajual; dan
b. menjamin ketersediaan suku cadang SPEL, paling singkat selama 5 (lima) tahun terhitung sejak serah terima SPEL dari Badan Usaha kepada PT PLN (Persero).
Bagian KetigaPengadaan, Pendistribusian, dan Pemasangan
Alat Penyalur Daya Listrik
Pasal 15 #Laporkan
Pengadaan, pendistribusian, dan pemasangan Paket APDAL dan Cadangan APDAL bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau melalui mekanisme lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 16 #Laporkan
(1) Pengadaan, pendistribusian, dan pemasangan Paket APDAL dan Cadangan APDAL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dilakukan oleh Menteri melalui Direktorat Jenderal EBTKE sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Pengadaan, pendistribusian, dan pemasangan Paket APDAL dan Cadangan APDAL sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan oleh pejabat pembuat komitmen yang ditunjuk oleh kuasa pengguna anggaran Direktorat Jenderal EBTKE sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. www. peratu ran .go. id
hlm. 12Pasal 17 #Laporkan
(1) Direktorat Jenderal EBTKE menetapkan Badan Usaha sebagai pelaksana yang mengadakan, mendistribusikan, dan memasang Paket APDAL dan Cadangan APDAL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1).
(2) Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memberikan garansi produk paling singkat selama 5 (lima) tahun terhitung sejak penandatanganan berita acara serah terima Paket APDAL dan Cadangan APDAL.
(3) Lingkup pemberian garansi produk sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam kontrak oleh pejabat pembuat komitmen.
Pasal 18 #Laporkan
(1) Badan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) harus menyediakan pusat layanan (service center) Paket APDAL dan Cadangan APDAL, dengan ketentuan:
a. berada paling sedikit pada ibu kota provinsi; dan
b. melayani paling singkat selama 5 (lima) tahun terhitung sejak penandatanganan berita acara serah terima pertama Paket APDAL dan Cadangan APDAL antara pejabat pembuat komitmen dan Badan Usaha.
(2) Selain menyediakan pusat layanan (service center) Paket APDAL dan Cadangan APDAL sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan Usaha harus:
a. menyediakan layanan purnajual; dan
b. menjamin ketersediaan suku cadang Paket APDAL dan Cadangan APDAL, paling singkat selama 5 (lima) tahun terhitung sejak serah terima pertama Paket APDAL dan Cadangan APDAL antara pejabat pembuat komitmen dan Badan Usaha. www. peratu ran .go. id
hlm. 13Pasal 19 #Laporkan
Pendistribusian Paket APDAL dan Cadangan APDAL oleh Badan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) kepada Penerima Paket APDAL dilakukan sesuai dengan lokasi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan atas nama Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).
Pasal 20 #Laporkan
(1) Badan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) harus menyerahkan bukti pendistribusian Paket APDAL dan Cadangan APDAL dan pemasangan Paket APDAL kepada Direktur Jenderal EBTKE.
(2) Bukti pendistribusian Paket APDAL dan Cadangan APDAL dan pemasangan Paket APDAL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk proses hibah barang milik negara.
Pasal 21 #Laporkan
(1) Pemasangan Paket APDAL dilakukan oleh Badan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) sesuai dengan lokasi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan atas nama Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).
(2) Pemasangan Paket APDAL secara gratis hanya dilakukan 1 (satu) kali untuk setiap Pengguna Paket APDAL.
Pasal 22 #Laporkan
(1) PT PLN (Persero) dapat membubuhkan nomor registrasi APDAL pada masing-masing APDAL dan Cadangan APDAL yang dilayani oleh SPEL.
(2) Format kodifikasi nomor registrasi APDAL tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. www. peratu ran .go. id
hlm. 14Pasal 23 #Laporkan
(1) Paket APDAL harus memenuhi persyaratan teknis yang tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(2) IRAS terdiri atas:
a. 1 (satu) kotak perlengkapan hubung bagi kendali meliputi 1 (satu) buah miniature circuit breaker direct current (MCB DC) dan 3 (tiga) buah sakelar;
b. 3 (tiga) buah lampu light-emitting diode direct current (LED DC), masing-masing memiliki daya 5 (lima) watt;
c. kabel; dan
d. aksesoris instalasi.
(3) Setiap unit SPEL mempunyai kapasitas paling sedikit 820 (delapan ratus dua puluh) watt-peak dengan ketentuan:
a. paling sedikit memiliki 4 (empat) modul photovoltaic (PV) dengan dilengkapi rak yang mampu menampung paling sedikit 8 (delapan) unit APDAL dalam sekali pengisian; dan
b. kapasitas photovoltaic (PV) paling sedikit 205 (dua ratus lima) watt-peak per modul.
(4) SPEL dan IRAS wajib memiliki sertifikat laik operasi yang dapat dipenuhi dengan surat pernyataan bertanggung jawab terhadap aspek keselamatan ketenagalistrikan dari Badan Usaha pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik yang dilengkapi dengan dokumen:
a. garansi pabrikan yang masih berlaku;
b. hasil comissioning test dari teknisi distributor; atau
c. dokumen pemeliharaan instalasi tenaga listrik.
(5) Komponen SPEL dan Paket APDAL wajib memenuhi standar nasional Indonesia yang diberlakukan wajib.
(6) Dalam hal standar nasional Indonesia yang diberlakukan wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (5) belum tersedia:
a. komponen SPEL wajib memenuhi standar internasional atau standar teknis lain yang berlaku; www. peratu ran .go. id hlm. 15 dan
b. komponen Paket APDAL wajib memenuhi penilaian kesesuaian yang tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 24 #Laporkan
Setiap Pengguna Paket APDAL dihitung sebagai penambahan rumah tangga berlistrik.
Bagian KeempatHibah
Pasal 25 #Laporkan
(1) Paket APDAL dan Cadangan APDAL diserahterimakan kepada Penerima Paket APDAL dalam bentuk hibah.
(2) Tata cara hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB IIIPEMELIHARAAN SERTA PENGELOLAAN STASIUN PENGISIAN ENERGI LISTRIK DAN ALAT PENYALUR DAYA LISTRIK
Bagian KesatuPemeliharaan dan Pengelolaan
Stasiun Pengisian Energi Listrik
Pasal 26 #Laporkan
SPEL yang dipasang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) merupakan aset milik PT PLN (Persero).
Pasal 27 #Laporkan
(1) PT PLN (Persero) harus melakukan pemeliharaan secara berkala dan memastikan bahwa SPEL siap digunakan oleh Pengguna Paket APDAL. www. peratu ran .go. id
hlm. 16(2) PT PLN (Persero) melakukan pengelolaan SPEL meliputi:
a. penyiapan alur pengaduan pemberitahuan kerusakan SPEL;
b. penyampaian tagihan pemanfaatan SPEL kepada Penerima Paket APDAL;
c. pengoperasian pada saat awal penyambungan; dan
d. perbaikan komponen peralatan SPEL yang rusak.
(3) PT PLN (Persero) dalam melakukan pengelolaan SPEL bekerja sama dengan Penerima Paket APDAL dan dapat melibatkan Badan Usaha milik Desa.
(4) Pengelolaan SPEL sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat menggunakan dana Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 28 #Laporkan
Ketentuan lebih lanjut mengenai penyediaan, pengoperasian, pemeliharaan, dan pengusahaan SPEL diatur oleh Direksi PT PLN (Persero).
Bagian KeduaPemeliharaan
Alat Penyalur Daya Listrik
Pasal 29 #Laporkan
(1) APDAL yang telah diserahterimakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dipelihara oleh Penerima Paket APDAL dan Pengguna Paket APDAL.
(2) Penerima Paket APDAL harus memelihara Paket APDAL yang meliputi:
a. tidak memperjualbelikan Paket APDAL dan Cadangan APDAL;
b. melaporkan ke pusat layanan (service center) Badan Usaha jika terjadi kerusakan yang tidak dapat tertangani oleh Penerima Paket APDAL atau Pengguna Paket APDAL; dan
c. bentuk pemeliharaan lainnya agar Paket APDAL dapat digunakan secara optimal. www. peratu ran .go. id
hlm. 17(3) Pengguna Paket APDAL harus memelihara Paket APDAL yang meliputi:
a. tidak memperjualbelikan Paket APDAL; dan
b. melaporkan ke Penerima Paket APDAL jika terdapat kerusakan yang tidak dapat tertangani oleh Pengguna Paket APDAL.
BAB IVPEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Pasal 30 #Laporkan
(1) Menteri melalui Direktur Jenderal Ketenagalistrikan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan tarif tenaga listrik untuk SPEL.
(2) Menteri melalui Direktur Jenderal EBTKE melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan Penyediaan Paket APDAL dan Cadangan APDAL sesuai dengan kewenangannya.
(3) Direktur Jenderal EBTKE dalam melaksanakan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dibantu oleh Badan Usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 31 #Laporkan
Pelaksanaan pengawasan pendistribusian, pemasangan, serta pengelolaan SPEL dan Paket APDAL, dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.
BAB VKETENTUAN PERALIHAN
Pasal 32 #Laporkan
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku:
a. proses perencanaan dan pengadaan SPEL, Paket APDAL, dan Cadangan APDAL yang telah dilakukan sebelum Peraturan Menteri ini berlaku dinyatakan tetap berlaku, www. peratu ran .go. id hlm. 18 dan untuk tahap selanjutnya disesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini; dan
b. proses pemenuhan penilaian kesesuaian atas komponen Paket APDAL yang telah dilakukan sebelum Peraturan Menteri ini berlaku tetap dilaksanakan dan dinyatakan telah memenuhi ketentuan penilaian kesesuaian.
BAB VIKETENTUAN PENUTUP
Pasal 33 #Laporkan
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. www. peratu ran .go. id
hlm. 19Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 15 Juli 2021
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA
MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd
ARIFIN TASRIF
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 19 Juli 2021
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
BENNY RIYANTO hlm. 20 www. peratu ran .go. id ____ ;don terdistrib st di Provinst ----· dengan rtnclan lokas]: jumlah Desa
b. jumlah k cama n
1 . APO L akan dib Ji an kepada sejumlah calon Pengguna Paket APDAL dengan Cadangan , PDAL sejumlah unit _·ang Pad hart Iru, tanggal bulan tahun [dd-rnm- beremp t di para pihak ang men ndatangam B Ji a cara in ~ P Pihak" menerangkan bahwa el h dlla anakan rap t ertftkasi da a calon Pengguna Pake PDAL. adangan APD L jurnlah SPEL dan okasr SPEL ang disarnpatkan oleh P'f PLN Persero melah · s rat Nomor anggnl perthc sebagal da acuan dalarn perstapan pengadaan Paker APDAL dan Cadangan APDALol h Ke enterian Energi dan Sumber Da a ineral sesua dengan ketentuan peraturan per ndang-undangand ngan kesepakatan: . omor: [, PDAL-SPEL/DJK/xx/xx BERl'fA ACARA
HASIL ERIFIKASIDATA • L PE OGUNA
P KETAPDAL, CAD GAN PDAL DANSPEL L [::] ~~ 1 (P r r )
G TPE VAL RD
E EROI L1SiRIK
LISTRl AD
DA STASl PE OISL
TPE
LISTRI
A T BERITAACAR.i HASIL ERIF'IK.i Sl DAT ALO PE G FO
P KET
SY RA T Of DAERAH
USTRUC
DAYA LISTRlK BAGI
Q DE O
T PE GIS N E EROI LISTRI DAN PE
PE
JNERAL
~ PIRAN I
PERATURA E TERI ENERGID N S MBERDA
REP B K INDO ES
O OR2_ TAH 2021
TE T O hlm. 21 www. peratu ran .go. id [narna] (j b t n> . PT PL (Persero [cap Uab t } nama 1. Direktorat Jend ml Keten galistrtkan cap ternpat tanggal b Ian f ahun
5. Data sebagaimana dimaksud pada ang a dtperoleh dart hastl survei PTPL P rsero] dan elah mendapatkzn vahdasi dart pemertntah daerah seternpat.
Demikian bertta near hasil vertfik st in! dibua untuk d pat dtlaksanakan sebagar acuan bersama.
Cadang PD L ertn egrast d ngan nomor IDPEL PT PL [Persero pada SPEL _ ang terpasang di Desa terkai .
Data de ail calon Pengguna Pake PD L, C clangan PDAL. jumlah SPEL dan lokasi SPEL tercantum dalam ampiran bert a acara h.. stl ve · kast Ini. ____ :dru1 uni ang terdistrtbust di Provinsi
c. jumlah kabupa en SPEL akan dipasang sejurnlah ----· dengan rtncian lokasi: jumlah Desa
b. jumla kecarnatan
c. jumlah kabupa en
3. Nomor regts rasl APDAL _ .. ng ditertrna oleh P ngguna Pake APO L dan
hlm. 22FORMULlR CALO PE GGUNA PAKET .APDAL, CAD.ANGA .. APiDAL.
JUMUH SPIEL. DAJNLO:KAS[ SPEL L Deaa Koordinat Desa Kecarnatan Kabupaten Jfumlah Calon Pengguna Paket APDAL Jfmnlah Cadangan APDAL Jumlah 'total APDAL Jfumlah SPEL Kode SPEL No. ama Calon Pengguria Koordmat Bangunan Paket APDAL Calon Pengguna Paket APDAL 1l. 2. dst.
MEN'TERJ ENIERGl DAN SUMBER DAYA. M[NIERAL
REPUBU:K [NDONESJA, .AruFJ . 'TASRIF hlm. 23 www. peratu ran .go. id
ARJ]i[N TASRIF
MENTERJ E!N'IERGlDAN SUMBER DAYA M[NIERA.L
REP .BU:K .. DONESJA, : knde regtstrasi pendaftaran Pengguna Paket APDAL pada ststem PT PL!N' [Persero] PT PLN [Persero] sekahgus kantrol dart ID PEL terse but A sampal dengan L : lDPIEL PT PLN ,[Pen:em)1
KODE REGJSTiRAS.I : ncmor urut pelanggan : eek digiit tmtuk menjamln bahwa JDPEL adelah unik : kode unit btsnts atau P'r PiUN[Persere] wtlayah : knde unit pelaksana 'Wilayah . ang bersangkutan CDIE
FGH[JK L Pemberian rtomnr regtstrast untuk APDAL memuat:
JDPEL PT PLN (Persero)+ Kode Regi.strasl APDAL ~ !c!nl~I IF!G!H![!.J!K! m !KonERElGISTRAS[PTPLNfPERSEROI! Keterangam
AB
FOR : AT KOD[F[[{AS.[ NOMOR RIEG[STRAS[
ALAT PENYAD .R DAYA US.TRCK
LA.MPIRAN [[
PERA.TU · . MENTER[ E !ERG DAN SUMBIER DA.YA MJNE!RAL
REPUBLlK [NDONES.lA
NOMOR 22 TAHUN 2021 'TIEN'f. G
PENYEDIAA STAS[UN PIENGlSJAN IENE~m LlSTRIK DAN ALAT
PENYALUR DAYA USTRJK BAG[ MASYARAKA:T Dl DAERAH sutrr D[JANGKAU DE . fiA. . ,1AR[NGAN TE 'AGA USTRIK
hlm. 24~ PIRAN III
PERATURA l!ENTERI E EROI DAN SU BER O Y MI ERAL
REP B K INDO ES
O OR2_ TAH 2021
TE T O
T PE GIS N E EROI LISTRI DAN PE
PE AL R DAYA USTR1K BAGI SYARA T Of DAERAH
SULIT IJ Q DE O JARI GANtt USTRUC Ruang Lingkup Pers aratan t .us ini berlaku sebagai speslflkasl teknis ake APDAL berken an pers ara an keselamatan ang b rsumb r dart en rgi erbarukan dengan sistem pen impanan energi rnenggunakan ba eral sekunderJ ms Iittum.
B. cuan orma T L S I IEC 62133:_015 Sel dan baterai sekunder j ang m ngandung alkali atau e ektroli non· sam ainn a - Persyaratan keselamatan untuk s sekunder ertut p d 1 ntuk bateral ang dib .a dart bahan ersebu . untuk plik sijinjing (IEC 62133: O 1 , IDT,· S I IEC 133-2: 017 Sel dan bat r sekunder y ng mengandung elektroli alkali a au nlrasam lalnn a - Pers atan kes Jama an untuk sel sekunderjinjing ersegel. dan untuk ba erai ang dibuat daripadan a, untuk penggun n pada p ralatan Jinj'ng - Bagian :
Sistem 1itium(IE 2133-2: 017 1011'
3. S I IE 61 7-1:_018 Sel dan b terai sekunder untuk penyimpanan n rgi terbarukan - rsy rat n umum dan metode uji - Bagian 1: Aplikasi p da Iotovoltaik o!J-grid IEC 614 7-1: 2013 10 ; lEC 6 50 : O10 Battery charge controll for pho ouoltaic sys ms -Performanc and fui aioninq:
5. lEC 62680-1-1: O15 Uni rsal serial bi s interf, cces for data and po r - Part 1-1: Common components - USB Ba. t ry Charging Sp cification. R ision 1. ; hlm. 25 www. peratu ran .go. id konsumen tndtvtdu fconsumerapplica ·on ·
18. SPLNDS.00 : _Ql 9 Stasiun pengisian baterai rumah arus seara 1 , [EC 16 3-11:2011 Lou ol ag surg pro ecti d uices - Part 11:
Surge protective de ices connec ed to low-voltage po r sys ms -reqciremenis and tes m thods;
O, lEC 6 I 09- :2011. Safe ofpot r conv rtersfor us in photovoltaic po r systems - Part 2:Particular requirements for in ers:
L IEC 6 2 l :20 L. Safi ty of primary and secondary lithium cells and batteries during transport ion untuk penggunaan
6. s I IEC 61 39-1: O 1 1 Rakitan gawru hubung-bagi dan kendali voltas r ndah - Bagian etentuan umum IE 6 39-1:2011
CDT·
7. S I 04-1 27-1990 P mutus tenago.arus bolak-baltk tegangan tinggi bagian-b.. gian nil · pengenal:
8. S I lEC 62116:2014 Inverter foto roltatk erhubung k jruing~n listrtk - Prosedur uji nndakan pencegahan islanding (fEC 6 llo: 01 , IDT~
9. S I IEC 60884-1:2014- Tusuk kontak d n kotak on ak untuk k perluan rumah tangga d n setipenya Bagtan 1: Pers~ aratan mum IEC 6088 -l:_006;
10. S I O 38 2.1.1-2003 Tusuk-kon ak dan ko ak-kontak untuk keperluan rurnah tnngga dan s j nisn - Bagian 1-1: P rs ara an umum-Ben k dan ku .. n:
11. S l [EC O 7-1: 009 P rlengkapan hubung bagt dan kendali teganganrendah - Bagian 1: turan Umurn;
12. S I IEC 6 031: 013 Al odul LED untuk pencah aan umurn -Spesifikasi keselarnatan:
13. S l IE 0838-1:201 7 Berbagai fiting Iampu - Bngian 1:
Pers aratan umum dan pengujian IE 60838-1:...01 CDT Eng)·
1 . S I 66 . I :2011 abel berins ast PVC dengan ol ase ngen sampal dengan 450/75 - Bagi n I: Persyara an umurn:
15. SPLN 03.01 -1: 010 Perang at hubung bagj egnngan rendah Bagian 1: Pasangan luar;
10. SPLN 03.01"": 011 Lamp LED untuk peneran n umum persyam an keselamatan dan kinerja]:
17. SPLN 03.031; ....01 , Baterai s kunder li i hlm. 26 lEC fi_fi_Q: O l , Secondary cells and batteries containing alkalin or oth r non-acid lectrolyt s - S condary lithium c lls and batteri s for us in industrial application'
3. lEC 61 0-3:2017. S oondary cells and ba ries containmq alkalin. or o her non-acid electrolytes - Secondary lithium cells and batteri s for portabi application - part 3: Prismatic and cylindrical lithium secondary c lls, and batteries made or th rn;
4. CEC 6 619:2017. Secondary cells and batteries containing aikalin. or oth. r non-acid electrobj es - Safety requirements for secondary lithium c lls and batt ties for us in industrial applications: _5, lEC 60 7-2:...016 D ;_01 CS r Low-1.,'0ltage swi chg ar and controlgear - Part : Circui -Brea cers; _6. lEC 60898-3: 019 Electncol accessories - Circui -break rs for o rcurr. n pro ection. for hous hold and similar installations - Part 3:
Circuit-breakers for DC operatic ·
7. lEC O 130-9:2011 Connectors forfrequencies b low 3 1 Hz - Part 9:
Circular conn ctors Jor radio and associated sound equipm nt.
8. S l 8 71: 019 Kendaraan bermotor berpengg rak Ilstrik kategon ~ dan Sistem p nytmpanan energt listrtk mampu-tsl-ulang/ Recharg able Electrical En rgy Storage System (REESSJ Persrnrat n keseJaniat n; _9. S I 8872:201 Kendaraan bermotor berp nggera.k hstrik ka egori L - Sis em penyimpanan energi Its ik rnampu-tst-ulang/Recharq abl Electrical Energy Storage System REESS Pers ara an ke elamata ·
30. S l 9 7: 020 Sistem baterai kend nan bennotor listrtk kategort L - Pers raratan kes lamatan sis em baterat ·ang dapc t dilepas dan ditukar removable and suxippable battery sys em;
31. S I 8928:2020 ststem baterai kendaraan bermotor Ilstrtk kategori L - Spestfikasi baterai yang d.. pat di] pas dan ditukar untuk kendaraan mo or ltstrik;
32. ISO 2 59-1: 198 Sampling procedur s for inspection by attributes -Part 1: Sampling plans indexed by Acceptable Quality Level ( QL) for lo -by-lot inspection; www. peratu ran .go. id hlm. 27 C. Istilah
1. mp re-hours Ah dalah kunn ·tas listnk at u apasrtas ba erai ang diperoleh dengan m ngin egrasikan arus pelepasan rnua an dalam ampere terhadap waktu dalam Jam.
Cell balancing dalah sue, tu proses untuk memaksimalkan kapasttas battc,y pack khususn a yang terdrri a a beberapa sel bateral ang terhubung sen dengan mengatur ag: r seluruh baterai s 1 memiliki levelrnua an yang sama.
3. Ccnstan Curr, - Cons an al ag ang selanjutnya dtsingkat CC-C adalah metode pengtstan ba eral dengan m njaga a Iran arus dan tegangan secara konstan ang diatur oleh B S.
4. D ya Tahan endurance adalah kemampuan dari sel atau ba erai rn mpun ai ketahahan beroperasi dalarn kondisi spesifik selama p rtode , ak u minimal atau penggunaan berulang.
5. D -pth. of Discharge _ ng selanjutn a dtstngkat DoD adalah jumlah rnua an Ustrik _ ang terpakal dibandingkan dengan jumlah m atan _ ang tersedia pada laju pe epasan ang s a. DoD dtnyatakan dalarn persen.
6. K pasttas peng nal (rated capacity) adalah jurnlah muatan Lis rtk ang din a akan oleh pabnkan pada seb ah sel a au bat rai ·ang d pat dipasok pads ondtsi acu.. n (initial discharg rate) ang ditetapkan sete ah pen ·sian penuh. Nilai irn urnumnya dinyatakan dalarn amp re-hours Ah .
7. Kc. pasttas nominal nominal capacity adalah jumlah perkiraan mu an istri . ang d.. pat diambtl dengan jum ah arus pemakaian konstan tertentu ang dtbu uhkan sejak dart kondisi penuh. · ai ini umumnya dinya akan dalarn ampere-hours(Ah.
8. Charging/ra e adalah ukuran laju p ngisian atau p lepasan muatan ba er · relatif terhadap kapasttasn a. Arus pengistan d n pelepasan dalam ampere sering diberikan dalam . C dtmana x (A = kapasttas b t rai 1 / 1/xUan.
9. Pengistanmuatan charging) adalah laman a aktu operasi ha erai m nertma en rgi listrik dari Juar yang diubah menjadi nergt kimia.
Pengtsian muatan listrtk did finisik.an d ngan me ksimum dart egan t arus dan Iamanj a pengtsian. Arus pengismn [dalam amp reJ dibertkan d am x diman .. xC t J = kap .. st as ba erai Ah/~1/x jam. www. peratu ran .go. id hlm. 28 l0.. Pelepasan Muatan. 1(disch.wgmgl adalah pelepasan muatan bateral dart basil perubahan energi ktmia menjad] energi llstrik relatlf terhadap kapasttasnya, Pelepasan muatan hstrtk dtdeftntsfkan dengan maksimum dart tegang:a:n., arus dam Jamanya pelepasan, Arus pelepasan [dalam a.mpe'.re1 dihertkan dalam ~C dimana xC 'Al= kapasitas bateral {Ahl / Il /x). jam.
11. Pen.gguna akhjr adalah knnsumen yang rnenggunakan paket APDAL untuk keperluan send.hi/ indMdu. 12.. Pahrtkan adalah orang atau badan yang bertanggung jawab kepada otorttas persetujuan untuk sermra aspek dari proses persetujuan ttpe dan untuk memastlkan kesesualan p:roduksi,
13. State of Charge yang selanjutnya dismgkat Soc adalah ju mil.ah muatan listrtk dart kapasttas penuh yang mastn tersedia untuk pelepasan berikutnya. Soc dmyatakan dalam persen (% SoC = 1OOC'Ai - % DoD).. 14.. Watt-hours (Whl adalah satuan energi yang digmrnkan dalam mengukur kapasftas baterat, setara dengan satu U!att keluaran daya selama satu jam.
D. APDAL
i. Umum .APDAL merupakan ststem penytmpan energl berbasts baterai dari komponen utama ya:iru sejumlah sel baterai litiu.m yang di rangkai secara elektrtkal, battery mruiagement system (BMS)1 dan peralatan penunjang, Peralatan penunjang antara lafn sakelar daya, knnektcr masukanj'keluaran (input/outpm) dan tndtkatnr visual, Gambar I menunjukkan topofogi.mternal AIPDAL. hlm. 29 www. peratu ran .go. id 7 [t juh~ kilogram s bera bersih s 9 [sembllan kilogram Toleransidlmenst Berat Bersih s enarn puluh ttgn tllnneter maksimum millimeter 5 lima perse berat APDAL ermasuk baterai Dimensi inggi Dimensi lebar ga ra s Irma betas] maksimum 315 millimeter maksimurn 17_ sera us tuj h puluh dua] imen i panjang Komponen APOAL terdiri a as: pak bate · fba ery pac , b batte,y management system B S· cl sistem ba eral: d Inver er; e sakelar daya arus bolak bal · (AC ·
f) konek:torm ukanj'keluaran: modul da.. a Un ersal Serial Bus SB : h seJungkup; it bag/tas· jt buku panduan p ngguna akhir. hlm. 30 www. peratu ran .go. id e Se Baterai Se Bat ral dalah unit elektrokimi terb ngkus nggal ..:ang meng dung sa u elektroda post if dan satu elek roda nega ·r 'ang menunjukk n perbedaan tegangan di kedua erminaln a un uk menghasilkan ener listrik arus searah ang terjadi dart proses reak i kirnla, memiliki poler tas egangan dan kapasi as.
Spesl kast Sel Baterai sebagat berikut: 1 jenis bateral li ium ironphospha e baterai LlFeP / Lf <50 > 95% Eflsienst S 1 Litium Kondisi P ngistan Sta o Charg /Soc >>95° 75 Tab l l. E stenst Ah baterat pada So yang berbeda ·ang sarn .
Spesiflkasipalebat mi sebagal beriku kapaaitas nominal paling sediktt 500 f trnc ra b konftgurasi sel bat rat dalam pak b... terai b bas: c egangan masukan pak ba eral berad pada ren ang 12,8 - 1 [dua belas korna d lap.. n sampai dengan enam b as] ol ants searah: d egangan nominal keluaran pak bateral ebesar 12 dua belas rolt e s ar h:
Eftstenai pengtsian: ang cilhubungkan secara Istrtk yang den a au tanpa eralatan kendall kornbtnast seri-paral 1 bekerj sebagai ca u da proteksi, dan monitoring.
Pak Ba eral hams memillki jents hen k dan ukuran sel bateral bateral dalam mode koneksi sert, konekst paralel. koneksl s l b erai/modul Pak Ba erai (Battery Pack Pak B.. ter adalah gabu gan lebih dart s.. hlm. 31 2j bentuk baterai stl·nder, prtsmatik atau pouch mengacu pada JEC 61960-.3: 20 i 7 Sr;mandnry cells and batteries containing alkaline or oU?er non-.add eloctrolyrns -Secondary lithium cells and batteries for portable applications; 31 bentuk dapat berupa: (a.)1 Sel baterai SiHnder merupakan sel baterai yang memilild bentuk stlmder atau tabung dtmana total tinggi sama atau lebfh besar dari diametemya. (bl Sel baterai prismatik merupakan sel baterat yang memlllki bentuk balok plpfh, [e] Sel baterai pouch merupakan sel baterat yarng memthki bentuk kantong i(pouc~. fl se:lungk:up Pak Bateral se:lungkup adalah bagian yarng menyelungkupt untt lnternal dan memberfkan perltndungan terhadap knntak l.angsung dart segala arah akses, Spes:hfikas.1 Selungkup Pak Bateral sebagat bertkut:
I) selueigkup pak baterat terbuat clan matertal k:okoh yang mampu meltndustgl sel bateral darl kondtsd shack, dan tahan terhadap hngkungan ekstrtm sehtngga tidak mudah mengalami koros.i termasuk akfbat kebocoran dari sel ba terat; 2j material harus bersffat flame retardant dan tahan terhadap suhu tinggi yang berasal dart dalam dan Iuer sehmgkup;
3) desam selungkup pak baterai memiliki tmgkat perbndungan selungkup dengan lndeks Proteksi JP5+· 41 sehmgkup pak bateral dtlengkapt ldrzntification Number (]DI atau ttcmcr idenUlikasi baterai yang diterapkan sedemlldan rupa agar tahan lama dan tldak mudah l.epas.Jhil.ang; clan hlm. 32 www. peratu ran .go. id a] Pemantauan Im.amooringl:
11. j Ditlengkapi fungsl momtermg tegangan sel/ modul dan pak baterai tiap strtng seri baterai sel,
2) D1t1eil'ilgkapi fungsi m.cmiitonrng temperatur ttap tiil.'ilgkat sueunan baterai sel.. 3,I Dilieil'ilgkapi fungsi monttortng ams, m.as:uk dan ams keluar pak baterat, 41 D11eil'ilgkapi tndtkatnr visual atau display yarng menunjukkan paling sed.ikit: (a)1 Indtkatnr on/off, (bl Soc dim non peak. baterai dengan paling sedtkit 4 1(10=25% [sepuluh persen sampai dengan dua puluh llma persen], 2.5-50% [dua puluh hma persen sam pai dengan ltma puluh persen], .50-7 5% i(tima puluh persen sampai dengan tujoh puluh Iima persen], daya nominal keluaran besaran arua pengisian 12 8V = 11. ifiV arus searah (dua belas koma delapan volt sampai dengan enam lbelas volt arus searahj DC) 8,3 - 20,S [delapan koma tiga sampai denga:n dua puluh knma delapan] amp.ere paling kectl .300 i(tiga. ratus] watt rentang tegangan masukan BMS .51 harus ada tanda daur ulang pada bateral yang bisa di[e_pasclan dUukar. Ketentmm. pelabelan dan tanda daur ufu::ng m.engih.JJ i keten tuan peraturan perundang-uadangan ..
3. Battery Ma.rmgement System 1(BMSI Pak Baterai harus dilengkapi dengan Battery .Management System (BMiS). Battery a.nagemcnt system yang selanjutnya dismgkat BMS adalah suatu slstem rangkaian elektrcnik yang memiltkl fungs:i monitor. pengaturan, dan preteksi baterat, BMS harus memthki fungst pemantauan fmoniooring), pengendalten (oo.noollaj, dan sistern perngruruma:n 1[pmmctro~. hlm. 33 75-100°' juh puluh hma pers n sampal dengan serratus persen t atau Tampilan angk 0-100%: dan (ct ilai arus arus searah dalarn c. mpere dan egangan ams searah dal m V volt, soc dan DoD. 5 lndtkator lsual atau display hr rus dileng pi sumber cahaya mandlri berupa panel light mitting diode LED atau liquid crys al display LCD berpendar. b Pengend tan ~controlling): 1 Oil ngkapi fungsi kendah tegangan nominal keluaran pak baterat s abil pada i: [dua be as] vol ams s arah. 2 Dilengkapi pe gaturan setting) charg curren limit dan menghenttkan pros s pengisian pak bater · dart charger jlka arus pengisian melebthl charge current limit 3 Oil ngkapi peng turan [s tting level arus pengisian pak baterai ma pu mencapal ren ang 0,2 C- O 5 C kapasi as arus dalam sa u jam] atau setara dengan - 5 [dua sampal dengan lirna jam waktu pengistan. 4 Dilengkapi pengaturan ts tting discharge cum n limit. 5 Oil ngkapi fungsi kendali memutus pak baterai dart ins alast jtka arus keluaran me ebihi discharg curr n limi. 6 Dtlengkapi fungsi kendali yang mengatur proses charging dengan metode CC-C . 7 Dtlengkapi fungsl kendali mengatur proses cell balancing. c Sistem Pengamanan (protection) Dilengkapi fungsi pengarnan ~ ang memutus pale ha erai dart charger ji tegangan p ngtslan melebihl baas tegangan rnakstm m.
Oilengkapi ngsi pengaman ::mgmemutus pak baterai dart charger ta instaJ si jik suh ba erai me1ebihi batas rnaksimum [aman altu so• [ltma puluh deraja celsius. 3 Oil ngkapi ngst pengaman yang menghentikan pros s pengtstan pak b terai jika Soc telah mencapai 100 ,'.J [s rn us persen untuk menghindari o rcharqe. www. peratu ran .go. id hlm. 34 4- Dtlengkapi ngsi pengaman ·ang memu s pak baterai dart mstal.. si jika Soc telah mencapal l , sepuluh persen pada proses discharging.
4. Slstem B terai Sistem Baterai adalah antarrn ka antara pale ba emi b. ban dan ststem da b rfungsi untuk kendah ubungan pole ba erat ke beban dan hubungan pak bateral ke charq r. sistem ha erai clilengkapitamp· an display). indikator dan sake kendali, sistem baterai dapa tertntegrast dalam B S.
Spesiflkasi sistem bat mi: a dileng apl denga.n sakelar kendali untuk rnengakttfkan dan menonaktifkan B S· b dileng pi indtkator visual ata display _ ang menunjukkan Indika or on/ off: l tndlkast on/o sta s saklar kend.. li B S;
Soc dan DoD pak b ter · dengan paling sediki 4 level f 10-25° sep iluh persen sampai dengan dua p lu Hrna persen 25-500A> (dua puluh Irma persen sarnpai d ngan hma puluh ersen 50-75'1 (lima p luh p rsen sampai dengan juh puluh limn persen]. 75-100~ [tujuh P luh ltma rsen sampai dengan sera s persen] tau Tarnptlan angka 0-1O<r' nol persen sampai dengan seratus persen]; dan 3 Nil.. · arus arus searah dalam A .. mp re dan egnngan arus searah dalarn V vol ~ SoCdan OoD; c dilengkapl fungsi kendall m mbagi da a keluarc11 dart B.. S ke Inver er dan ke beban arus s arah: d indik.ntorvisual a au displa harus dtlengkapt sumber caha a mandirt berupa panel ligh emitting diode {LED tau 1iquid crystal display ~LCD berpendar: dan e sistem baterai ang termtegrast dalam B S harus memenuhi spestflk i pa da huruI a sampai dengan huruf d].
5. In erter Inverter berf mgsi untuk mengubah do. a listrik arus searah dart baterai menjadi d ya Ustrikarus bolak baltk. www. peratu ran .go. id hlm. 35 Speaifikasi inverter sebagal bertkut: sin ral tegangan keluaran arus bolak balik barns berupa sinyal egangan smusotdal mumi (pure sine UJaue 50 [lirna puluh hertz: b egangan egangan keluaran arus bolak balik harus memiliki kualttas gelombang dengan Total Harmonic Distortion THO makstmurn 3% (tiga persen ; c efisiensi minimum ~ sernbllan puluh persen] pada b ban penuh ~ratedcapacity}; d daya paling ecU 30 [dua ra s tiga empat puluh att: e egangan nominal _30 dua ratus tiga puluh] volt arus bolak baltk arus bolak balik /AC · arus nominal paling sedikit l 04 sa korna nol empat] ampere· gj kapasitas Curr. nt limited tsc sebesar paling keel)3 kali In ams hubung smgkat 3 tiga] i arus nominal · h marnpu bekerj pads suhu llngkungan sampai d ngan 45 (empat pu uh llma d rajat celsius atau leblh: it dilengknpidengan fungsi proteksl tegangan lebth:
Jt dilengkapidengan fungsi proteksi arus ebih: k dilengknpidengan fungst proteksi arus hubung singkat:
I] dileng apt fi r RESET untuk mengernbaltkan ke kondlsl normal upabtla protekst be erja: dan m tombol RESET dapat dlsediakan ersendtrt ata tergabung dengan tombol da ra.
6. Sakelar Da_ a Snkelar daj a arus bolak baltk digunakan untuk menga tfkan atau menonak ifknn on/offi suplal tegangnn dart inverter ke kotak kontak arus bo ak batik.
Spesifikasi sakelar da a: dapa berupa tipe mekanlk, elektronik atau sofi push button m micu sakelar utama ang dapa berbentuk el ktronik atau mekanlk: b dileng apt lampu indika or yang men njukkan status on' atau ..off· dan hlm. 36 www. peratu ran .go. id pengkaw tan dalam di ubungkcn rnagun] ~ polarttas negatif : pin pemburnlan grounding tare le ak po arttas sebagaimana pada Garnbar 2. 3 konflgurast polaritas: faJ polarttas post i pin lin (fa e~ dan pin netral (terminal ltn dan terminal netral pada sisi sesual SNI IEC 60320 pengkopel untuk peralatan rumah tangga dan keper uan sejerns Bagian I: Persyar tan urnum Sheet I tip C19 Inlet Chassis-Mount Female Connector Tlpe dan Ukuran 16 ampere rus searah Konektor rtasu an Keluaran pada produk APOAL terdiri a as: a Konektor ~asukan Pengtsian Da ra (Charging) arus searah Baterat Konek or/ terminal rnasukan pengislan berfungsl s b gaJ saluran daya masukan untuk p ngisian energi (charging
POAL.
Spesifikasi: 1 Arus nominal
7. Konektor fasukan/Keluaran Konektor Masukan/Ke uaran merupakan s gala jents tusuk kontak kotak ontak atau errntnal g he rus terdapat pada produkAPO L. cJ sakelar daj a dapat erupakan bagtan dart inverter. hlm. 37 www. peratu ran .go. id c Konektor odul Uni rsal Serial Bus 5 tlima o Arus Searah Konektor modul Universal Serial Bus SB merup can kon ktor ang dlmaksudkan untuk penggunaan pengistan konek or/ erminal 5 dilengkap penandaan pol rt as· 6 dilengkapi penandaan nilai egangan nominal dan arus nominal; 7 dtlengkapl nandaan u ran konektor; 8 penandaan boeh diterapkan pada selungkup APDAL. satu~ 1 sedikit p ng 12 [dua belas -ol arus s arah paling sedikit 5 lima] pere DC Connector lEC 60130 1 tegangan nominal arus nominal 3 tlpe de, n Ukuran 4- jumlah b Konektor/ Keluarnn P l pasan D ra Discharging arus searah Baterai Konektor / terminal keluaran pelepasan da_a {discharging) berfungsi sebagat saluran untuk pelep san energi APDAL.
Spe tfikast: konek or/tennino.1 [saru sedikit palmg 4 jumlah C 1 Inlet Chassis- rfoun Female Connector onfigumsi polart a Shee l tipe Grunbar ..---- dihubu g an magun hlm. 38 www. peratu ran .go. id kotak : paling s diki 1 sa 230 [dua ra s tiga puluh vol b tegnngan nominal arus bolak balik: c] Jumlah kontak: d terminal dtlengkapi selungkup deng shu r: d Kotak-kontak eluaran D ya 230 arus bolak balik Kotak-kontak keluaran daya berf ngsi sebagai saluran hubungan ke beban dart keluan ,_ in ert r.
Spesi.fikasi: a memiliki Sura Persetujuan Penggunaan Tanda fSPFrt SNI dan Tanda es lama an mengacu S I fEC 088 Tusuk kontak dan ko ak kontak untuk keperluan rurnah tangga dan s Ip n a Bagtan 1: P rs a ... tan Umum dan SNI 04-38 .l. l Tusuk kontak dan o ak kon ak untuk keperluan rum 1 angga dan sejenisnya - Bagtan 1-1:
Pers rara an urnum - Bentuk dan kuran, atau edtsl terbaru: daya p ralatan genggam sesua.i IEC 6_ 0 un· rsal serial bus in rfaces for da a and power.
Spesifikast: a tegangan nominal 5 Irma volt arus searah: b modul uni rsal s rial bus dengan kapasttas daya ~chargin o paling kecil _ dua ampere· ct dilengkapi paling sedi t 2 dua terminal (unit rsal serial bus port· d mastng-masmgterminal mi rsal s rial bus berkapast as daya (chargingt paling kecil 1 [s... tu ampere: et terminal dan modul dapat dikons ruksikan t rptsah;
f) dilengkapi tanda b rupa simbol uni rsal serial bus dan kapasit s nominal pada masmg-maslngterminal;
g) penandaan boleh dtterapkan pada selungkup APDAL' h dalarn hal mo ul universal serial bus terin egrasi/ ergabung pada komponen lain, unit ersal s rial bus harus em nuhi pada huruf sampal dengan huruf .u: hlm. 39 e] d:Uengkapi penandaan n:itbiJ tegangan nornmal dan arus nomtnal: dan
f) penandaan boleh dtterapkan pada sehmgkup AiPDAL.
8. Selungkup APDAL ~Cas cn.g I a] Selunglru.p APDAL narus didesatn sedemtklan sehmgga penempatan peralatan pendukung seperti konekter / terrnmal.f ketak kontak, sakelar daya display dan :i!nd.iilk:ato:r visual harus mudah dalam mudan dfakses dan/ atau dlnperasi kan dalam penggunaa:nn.Ya, Konstr'uksi selungkup, panel dan handle lstmp)1 sedapat mungkm meagbmdarl bentuk sudut runetng, kait atau sejentsnya yang berpotensi merusak fas/ Bag APiDAL. bentuk kenstruksi sudut yang dtreknmendasfkan squircle, rn.m:cated ,cirele atau sejentsnya, Mempertim bangkan antara lain estetika [sederhana dan praktis], ergonomls unruk kemudahan handling dan raman llngkungan.
b) se:lungk:u.p APDAL terbuat dart kom btnasi material plasttk ABS 1(Acryloniml~ Bu tadren.e Styn;mcJ flame: retardant dan alu:mu:nium exm:tssi.on ..
c) se:lunglru.p APDAL dapa t dfbertkan tanda yang dtperlukan untuk setiap terminal. komponen atau kelengkapan APDAL seperti tanda pnlarttas, tanda on/ofj, permgatan bahaya tegangan tinggi dan lam-lain.
d) se:lunglru.p APDAL harus dtlengkapt papan nama .Yang dttempatkan pada sisii. lain dam panel kcnektnrj'termtnalj'kotak kontak, sakelar daya, display. dan md.ilkato:r visual. Bahan papan nama harus terbuat dad bahan non-kondukttf dan terpasang sedemtkian ·rupa agar mudah dibaca, tahan lama dan tidak mudah ~asfhilang.
Informasi pada papan nama, paling sed·kit memuat: 1 j nama pabrfkan ·
2) merek;
3) nomor sert; 41 jenls material sel baterai; ,51 bulan dan tahun produkst; 61 knnftgurasi bf1ltery pack; www. peratu ran .go. id hlm. 40 7 tegangan masukan charging arus searah ra d vol age : tegangan keluaran discharging arus searah ra d t ltagct; 9 tegangan keluaran ams bclak bahk (rated voltag 1 O kapasitas energi h· 1 l ternperatur Iiml stmurn [derajat celsius · 12} tanda pertngatan bahaya sesuai IEC 60 17: 13 simboldan informasi eselama an Ungkungan· dan
14) Otl ngkapi penanda dengan cetak ernpa ata timbuJ fc.,mbossing~atau sticker bertuliskan ..Hibah Pemertn ah Repubik Indonesia Dilarang untuk Diperjualbell an Oimensi panjang dan lebar penanda proporstonal dimana k minima 3 tiga] senttmeter.
HtDAH P£MER1NTAH RCPUllUK IN1)0NESIA
. DH.ARANO UNTUK DIPERJUALOEUKAN
ATAU OIPINDAH TANOANKAN e Selung up APOAL he rus dilengkapl papan informasi keselama an dan ling ungan untuk pengguna akhrr. Papan tnformasl eselamatan erbu t dart bahan non-kondukttf dan erpasang sedemildan rupa mudah dibaca ahan lama dan Idak mud h lepas/hilang.
Papan Informasi keselarna an paling sedikit rnemuar: 1 j gan membongkar m mbuka dan merusak bateral ang bisa dilepas dan dltukar: jauh an dart jangkauan anak-anak: 3 jangan paparkan b terai ang btsa dilepas dan ditukar pada panas dan pi· 4 hindari penyimpanan ang terpapar sinar ma ahart langsung· 5 jangan hubung singkat baterai yang bisa dilep dan dttukar; 6 bila erjadi kebocorr n jangan biarkan cairan meng naJ kuli dan rnata: www. peratu ran .go. id
hlm. 417) Ja:ga. baterai yang btsa dtlepas dan dltukar agar tetap kertng dan bersth; dan Bl haterai yang btsa dilepas dan dttukar dtdaur ulang sesual dengan keten tuan..
9. Tas 1[Bagl APOAL harus dtleagkapi oooor berupa tas / bag:yang dtmaksudkan tmtuk digu:naka.ii'il. saat transportasr desain ukuran ergonomts [kemudahan handling)1 dan menggunakan material yang bersffat flekstbel. kedap air dan memtltld kekuatan tartk ym.'ilg mencukupi dalam menanan berat APDAL.
Tas./bag APDAL harus dflengkapi strop menggunakan ma tertal yang bersttat flekstbel dan rnemililk:ii kekuatan tank yang meneukupi untuk menahan berat APO.ALdalam kondis:iJ jinj:h.'ilg.
I0. B'uku Pand mm Penggu:na Akhlr Produk APDALharus di~engk:api buku panduan p.engg1.u11.a akhtr B'uku. pand uan Pengguna Akhir memuat paling sedtklt: al gamlbru- produk dan diagram menunjukkan tata letak dan fungsl masmg-mastng komponen APDAL bentuk gambar dan diagram dtbuat dalam berrtuk ii:rrfografi.ssehtngga mudah dlmengertt nleh pengguna;
b) gamlbar dan diagram panduan penggunaan dan pengoperastan prnduk;
c) diagram tr.oublesh.ooang memuat panduan apahtia terjadt kendala dalam :penggunaan dan pengoperastan prod uk;
d) deskrtpsi harus dicantumkan dalam Bahasa Indonesia;
e) keteranganj'pen] elasan bahwa APDAL ttdak dapat dtptndahtangankan ke pengguna APDAL yang berada dtluar alnkasi I [satu] SPEL tertentu: dan Q mformasi keselamatan dan ltngkurigan untuk penggu.na akhtr, www. peratu ran .go. id hlm. 42 Garnbar 3 Ilustrast In orm si Produk
E. S IRAS erdiri tas:
1. 1 [satu kotak perlengkapan hubung bagt kendali erdiri a as 1 [satul b ah iniature Circui Breaker ( CB arus searah dan 3 nga] buah sake lar: 3 ttga] buah Iarnpu light-emi ting diode (LED arus s arah masing-mastng berkapasl as 5 llma] watt; dan
3. 1 [satu s . abe1 minimal otal panjang 16 [enarn belas] meter dan aks sons Instalasi.
Konfigurasi lRAS sebagaimana dimaksud dalam gambar +a Konfigurasi dan Tata Letak (Lay Outj Perlengkapa Hubung Bagi dan K ndall PHB IRAS pada gamb +b h a seb gai p duan.
UDAS Go.mbar Diagram Garis Konfigurasi IRAS. hlm. 43 www. peratu ran .go. id : 1 (dua betas ol arus searah ernpa ampere arus s arah : DI rail Tegangan orninal rus Nominal Tlpe soket 1, Perlengkapr n Hubung Ba Kendall Kotak perl ngkap n hubung bagi k ndalt berfungsi ebagal kotak t pa mernasnng peralatan pengendali dan protekst.
Kotak perJengkapan hubung bagi kendali terdiri a as 1 [satu] buah MCB arus sears 1 mrnia ire circuit break r) dan 3 ~tign buah sakelar.
Pemutus arus leblh arus searah DCMiniatur. Circuit Breake CB miniature circuit breaker) arus seamh berfungsi sebagal P ngaman arus lebih P daIRAS.
Spe Ifikasl MCB(miniatur circuit breake arus s arah s bagat bertkut:
Gambar 4b Diagrom Tata Letak Lay Ou Konfigur i Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali PHBK) dan IRAS. . ·--·-- '--·--·---·------· -------,---.-..,..--------'
BAS 22onm ·------------------- -·
LED AS hlm. 44 www. peratu ran .go. id Dimenst panjang dan lebar penanda proporsional di ana k minimal 3 ig se · eter.
Dtlengkapt penanda dengan cetak empa atau timbul embossing) atau sttc er be hskan "Hibah Pemerint h Republik Indonesia o· arang untuk Drperjual likan". : 300 2 0 ·· 150 milimeter Dimensi Px L " T c Seung up P rleng ap Hubung Bagidan endalt (PHBK Spesifikasi selu gkup Perle g ~ pan Hubung Bagi dan endali PHBKI arus s arah sebagat bertl atertal : Polymer /Pl s lk penandaan berupa label tercetak erbua dart kertas/plastik rang dlreka kan pada komponen a au selungkup Perlengkapan Hubung Bagi da Kendall (PHBK . memlliki Sura rs tujuan P nggunaan Tanda fSPPT~ SNl dan Tand Kes larnatan meng.. u SNI IEC 06 9-1: 013 Snklar untuk ins alasi rurnah tangga dan Instalasl Us rtk magun s jen·sn Bagian l :
P rs an.tan umum ~(EC 06 9-1 _ooo , IDT ata disi terbaru.
Setiap sak lar dilengkapi penandaan berupe nomor atau bjad uru 1. -· 3 atau , B. CJ, penandaan boleh di erapk pada se)ungkup P rlengkapan H bung Bagi dan endali PHBK~ ; Saklar ekan jenis tnbowt3 gnngUen·s pasangan magu.n ; 1 dua b las] volt arus s· arah : 1 [satu ampere arus s arah T g g.an omtn rus Nominal Sura Persetujuan Penggunrum 'fanda SPP1j S I Jenis saklar b Sake1ar arus searah Sakelar arus searah berfungsi untuk m ngaktifkan dan rnenonakttfkan sambungan Its · arus searah ke mastng-masmg Iarnpu light-emi nng diode tLED arus searah.
Spe tftkast sak Jar arus searah sebagat bertkut; hlm. 45 www. peratu ran .go. id
PV 300/500 vol 2 x 0.75 mm Isolasi egangan orninal ukuran
3. Kabel MH Kabel berfungsl me ghubungkan APO L d ngan S, menghubungkan p ralatan dalam Perlengkapan H bung Bagi dan K ndali PHBK) dan menghubungkan Perlengkapan Hubung Bagi dan K ndali PHB dengan larnpu ligh -emittinq diode LED arus searah. ~ Kabel penghubung Perlengkap n Hubung Bagi dan Kendall fPHBK dengan lampu LED arus searah Spesifikasi kabel penghubung Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendall PHB } dengan ampu sebagai bertkut: npe H' : Palingkecil 110 Lumen/ at : Pu th, 5000- 000 K : Edison 27 Int nsitas Color Tipe Fi ting Tipe ligh - nutting diode : Chip-on-Board (COB) a au Surfac ount Devicc{SMD arus sear 1 : - [lirna a t : 12 dua belas] vol arus searah : maksJmum 0,5 nol koma llma ampere Da a ominal Tegangan orruna .rus ominal
2. Larnpu light-emitting diod LED arus searah Lampu light-emitting diode ~LED arus earah ber ngsi sebagal sumber caha ra n penggunaan penerangan umum.
Lampu light-emitting diod. tLED arus searah berjumlah 3 tiga buah.
Spesifikasi lamp ligh -emittinq diod (LED arus searah s bagat berikut: 3
NIBAH PEM.ERINTAH REP\IBUK INDOHESJA
------ DILARANGUNTUKDIPERJUALBELIKAN
ATAU DIPINDAH TANGANKAN hlm. 46 www. peratu ran .go. id : memiliki rtifikat Produk Penggunaan Tunda (SPPf S I mengacu S I 6629- 5: O1 J Kabel bertnsulast P C dengan egangan pengenaJ sampal dengan 50/750 - Bagian 5: b I Ileksibel. ata dtst terbaru. : male round DC Connector : mmlmal 2 [dua]met r : dapat di •atlulang Tipe konektor Panjang kabel Kons ru si onektor Sertlftkat Produk Penggunaan Tanda fSPPTt SNI kabe b Kabel penghubung APO L dengan Perlengkapan Hub g Bagi dan Kendall PHB Kabel penghubung APDAL dengan Perlengkapan Hubung Bagi dan endali (PHB adal h sa u se k bel b serta konektom yang digunakan menghubungkan APDALdengan Perlengkapan H ibung Bagi dan Kendali (PHBKt. Spesifikasisebagai berikut:
Tipe : N H Isolasi : PV Te ga.n ominal : 300/500 olt kuran : 2xl mm2 Konektor arus searah : berupa tusuk kontak sesuai IEC 60130 Connec ors for frequencies bekn. 3 Hz Arus nominal kon ktor : pa Ing sedikit S lima ampere arus searab ltemiliki Sertifika Produk Penggunaan T nda SPPT)SNIrn ngac S I 6 29·- 5: 011 Kabel bertnsulasl P C dengan tegangan pengenaJ sampal dengan 450/750 - Bagian 5: abe fl kstbel, atau edisi erbaru. minim 16 enam belas meter PanJang kabel Sertifikat Produk Penggunaan Tanda fS PT~ SNT kab I hlm. 47 4·. Aksesorts lnstalast Aksesorts tnstalast merupakan komponen pendukung dalam pemasangan JRAS. Aksesorts :l!msta.lasi dapat berupa gfruid cable, klem kabel dan terminal blokj'rusttn dengan jumlah dan ukuran sesuai kebutuhan dengan mengacu ke SN[ 04-022 5:2020 PU[L 2020.
MEN'TERJ ENIERGl DAN SUMBER DAYA. M[NIERAL
REPUBU:K [NDONESJA,
ARCFJN 'TASRIF hlm. 48 www. peratu ran .go. id D. Jenis Kegiaan Penilaian Kesesuaian Pentlaian ke esuaian dilakukan dengan kegiatan pengujian produk DAL yang dtla ukan o eh lembaga penilatan kesesuc tan ang 1a1'1 dtakredttast oleh KAN b rdasarkan S. I ISO/fEC 170 5. Dalam hal lembaga penilaian kes sualan b 1 m ada ang dtakredttast un k melakukan kegtatan pengujian prod k PDAL, entert rnelalui Direktur Jend 1 Ketenagalis Ikan rn nun] k lernbagapenilaian kesesuaian.
D L s bagalmana C. lstilah Istilah meng cu pada Pers ·ara an Teknis Paket tercantum dalarn Lamplran m P raturan entert inL B. cuan onna f • cuan normattf mengacu pada Pers ara an T knis Paket AP AL sebagairnanadim sud dalam Larnptran Ill Peraturan ltenteri 1nL Dokumen ini berlaku untuk pelak anaan perulaian kesesuaian Persyara an keselarnatan berkenaan dengan DAL. mum
KESES PE NIL SKE
PE AL R DAYA LISTRlK BAGI S ARAKAT DI D ERAH
SULIT IJ Q DE O J RINGANTE. USTRUC
T PE GIS N E EROI LISTRI DAN PE
~ PIRAN
PERATURA '1ENTERI E EROI DAN SU BER O Y MI ERAL
REP B K INDO ES
O OR2_ TAH 2021
TE T O hlm. 49 www. peratu ran .go. id ~g pengujtan hubung stngkat eksternal; ~h pengujian fitur ba ~ry management system BMS ; (i pengujian perlindungan hu berlebih ou rheating control B S; (j pengujtan pengujian kej .t tenna.l ~ th rmal abuse ; [k pengujian sildus ermal (thermal cycling; fl pengujian jatuh drop test)· [m] pengujian k jut mekanis (impaci,· [n] pengujian getaran (tibratton~· fo pengujian nomin .. l keluaran tegangan in erter: dan tp pengujian rP5 . 3 Jumlo.h sampel pengujian [enis sebanyak 7 tujuh] unit. (forced Pengujian produk APDAL m rupakan serangkaian pengujian yang diterapkan terhadap sua sampel PDAL dengan pelaksanaan, v nftkast. dan tujuan p ngujian erten Pengujian produk APDAL dtterapkan pada level produk dan komponen APDAL kecuali din ·atakan lain.
1. Pengujian procluk PDAL Ra gkalan pengujtan produk APDAL ercliri at.. s: a pengujian jerus:
Pengujian J nis ada ah serangk .. Ian pengujian secara lengkap erhadap samp I produk APDAL aitg dislapkan ol h pabrtkan untuk membuktikan pemenuhan kes sualan terhadap seluruh pers aratan eknis ang clitetapkan dalam speslflkasl teknts. 1 Pengujian jenis dilakukan oleh laboratorium p ngujian _ ang ditunjuk ole . en ert.
Ruang hngkup pengujlan jenis terdiri a as: taJ pengujian fitur tsual. dan penandaan; (b P ngujian kapasttas (rat d capaci y~· M pengujian efisiensi pengtslan: ~d pengujian discharge p rformanc · M pengujia pengistan berlebih [o ier charge; ~f) pengujian pelepasan muatan paks discharged')· E. Pengujian Produk APDAL hlm. 50 www. peratu ran .go. id 6 Pengujian ru n dlnyatakan gagal jik terdapa l lebih dart sa t sarnpel menga amt kegagalan. 20 dua puluhJ N » 5000 tlima ribu) Jumlah Sampel ji 5 (limaJ diproduksi Jum b P ngujian ruttn: dan Pengujlan rutm troutinc es adalah serangkaian pengujian rang elite .. pkan erhadap sua u sampel APDAL yang dtambi s a acak dart linJ produksi. 1 Pengujian rutin drlakukan oleh P brtkan.
Pabrikan har s m ndokumentasikan hastl pe gujian ru 3 dlperl an. Dir ktora J nderal EBTKE dapa meminta ahora ortu pengujian ang ditunjuk oleh 1enteri melalut Dir k r enderal K tenagallstrtkan untuk mem -ertflkast sebagtan atau seluruhn ·a hasil pengujian rutin.
Ruang lingkup pengujian ruun terdtrt atas: (a pengujian fitur · ual, dan penand an: (b pengujian kapasitas rat d capocii ): [c] ngujian re ensi dan p mulihan: ~d pengujian efisi nsi p ngisi M pengujta discharg p rformance; t pengujian fltur ba ry management system BMS)· fg pengujian o rcharqe controlof vol ag B. S: th} pengujia o rcharqe control of current B s· {i pengujian o rheahng control B S· (j pengujian jatuh drop test); [k pengujian nomin.. J keluar.. n tegangan in ert r
(1 pengujta nomin 1 efisiensi inverter· dan trn] pengujian lP5 . 5 urnlah sampe pengujian rutin sesuai dengan Tabel 1 Tnbel 1 Jumlah ampel uji pad pengujla rutin hlm. 51 cJ pengujian serah tertma, Pengujlan serah terima merupakan rangkalan pengujian ang dtlakukz n erhadap s.. tu set sampel produk PD L yang diambil secara acak dart sejurn ah populas· produk APDAL yang akan diserahtertmakan. pablla diperlukan. Oirektora -Jenderal EBT E clap.. memin a labors torium pengujian mel ku an dan/atau memvertfikast sebagtan tau seluruhnya P ngujian serah erima.
Pengujfan serah erima dilakukan oleh laborarortum p ngujian ,an_g ditunjuk o eh Menteti me alut Oirektur J nderal Ke enagaltstrtkan.
Ruang lingkup pengujia serah tertma terdirfatas: 1 pe guj·an fitur isual, dan penandaan; penguj ·an kapasi as ~rated capacity ; 3 pengujian re ensi dan pemuhhan; 4 pengujian da a aan siklus: 5 pengujian e Isienst pengtsian: 6 pengujtan dischargeperformance: 7 pengujian pengtslanberl bih o r charge,· 8 pengujian pelepasan mua an paksa ore d discl1argedl· pengujian hubung slngka eks ernal: lO pengujian fltur battery management syst m B S ; 11 pengujinn perltndungan suhu berlebih oz. rheatirtg control ba ery management system · 12 pengujtan pengujtan keju termal thermal abus t~ 13 pengujinn slklus t rmal (thermal cycling.: 1 pengujianjatuh (drop es · 15 pengujtan kejut mekanis impact; 16 pengujian ge an (vibration; 171 pengujian nominal ke uaran tegangan inverter dan 18 Pengujian IP5 .
Pengujian s rah terima ban a d pa dilakukan [lka: l pengujian serah ertma disaksikan o] h Oirektor.. t Jendeml EBTKE:
Jumlah sarnpel sesuai dengan Tab 1 7~ www. peratu ran .go. id hlm. 52 3.) pabrtkan telah menerbitkan packing list untuk kelompok APDAL yang bertstkan sertal AiPDAL, serial' number baterai dan juml.ahnya · dan 41 penguJian serah ternna dmyatakan gaga] Jika terdapat > I (lebib dad satu] mengalaml kegagal3:ll'il. dan jumlah eontoh uj:i.
Tabel 2 ,..Iumlah sampel uji! pada pengujian serah tertma .Jumlah Produk APDAL yang dtserahkan .Jumlah Sam.pet Uj:iJ 1[ )1 N ~ .JOO (tiiga ratus] 5 [ltma] mm [tiga ratus] -c N .~ 2000 [dua :rlbu)1 lO [sepuluh] 2000 [dua rfbu] -c N ~ ~moo ,(lima rtbu] 1.5 [Una belas] N > 5000 {Uma rtbu] 20 [dua puluh] 2 Toleransi Penguj:i.an Druam. melakukan pengujian produk AiPDAL keeuall dlnyatakan lain. total akurasl yang dlja.ga ataupun dtukur ni!Lam.ya. harus mengacu pada spesi!fikasl atau parameter aktual dengan tnleransi sehagai bertkut: a untuk tegangan : ±0,.5% ~11.'ilo[ koma ltma persen]:
b) untuk arus : ± 1 % saru persen]:
c) untuk suhu : ± 2 1[d.ua)1 derajat eelsiusc
d) u.ntu.k waktu : ± O, 1 % [nol knma satu persen e untuk dlmenst sel baterar, pak bateral, modul baterai dan selungkup pak baterai : ± I % [satu persen)1; f] untuk dtmensi ukuran lalnnya [selungkup AiPD.AL dan lam-lain) : ±5 % (ti!ma persenj; dan
g) untuk berat : ±I % 1[satu persen]
3. Slk!lusPenguj:i.an Slk!lus pengujian yang dlterapkan pada pengujian produk APDAL sebagai bertkut: a· Pelepasan muatan stander iPe.:lep.asm.'il. muatan standar merupakan ttngka t pelepasan muatan yang dllakukan dengan prosedur pelepasan muatan termasuk krrteria permrtusan dan harus dtlakukan pelepasan mu.atan dengan arus 1C. www. peratu ran .go. id hlm. 53 b aktu istirahat setelah pelep san muatan minimum 30 ttga pu uh menlt. c Pengfstan standar dilakukan dengan prosedur pengtstan ermasuk knterta p mutusan clan harus dilakukan pengistan dengan arus C/3.
F. Item engujian Prod APOAL
1. Pengujlan Fttur tsual, dan Penandaan a Tujuan Tujuan pengujian untuk memveriflkast: 1 dimensi produk dan kornponen: kualitas perrnukaan s 1 ba erai, mod ba eral dan pak baterai; 3 penandaan, papan narna permgatan dan informasl keselamatan dan lingkungan; dan 4 fitur. b Prosedur 1 Jumlah sampel untuk pengujia.n isuaJ dan mu u penandaan erdiri atas 3 t iga) buah APDAL.
Pernertksaan dimensi APDAL: fa dimensi selunglrup PDAL diukur menggunakan alat ukur sigma a au Jangkn sorong ang terkaltbrasi; dan [b pengukuran di erapka pada selungkup utamc tldak errnasuk strap/ handle. 3 Pemeriksaan penandaan pad selungkup PDAL, papan narna peringatan dan informasi kese ama an dan hngkungan: pemeriks an tanda stmbol, dan peringa an s cara visual tanpa alat bantu harus terbaca dengan jelas. 4 Pernertksaan permukaan sel ba eral, pak bateral, moduJ bat rai de n selungkup pale baterai: fa stst-stsl bid g selungkup harus rata dan homog n; ~b garts-gans sudu rliha Iurus: [c] penampilan Idak memiliki sudut/ tepi yang ajam~ td alsi-stsl se ung up sudu dan garis sudut ttdak da eacat: dan www. peratu ran .go. id hlm. 54 ~et sel baterat modul ba eral, dan pale baterai dilengkapi penandaan sesuai pe yarata teknis. 5 Dimensi s J b terai dan sistem baterat diukur menggunakan alat ukur sigmat atau jangka sorong ang terkalibrast dengan toleransi kesalahan pembacaan a at sebes ±1° s tu persen]. 6 APDAL diterapkr 1pengujian Itur: fa pada -al pengujtan SO harus dis uatkan dengan nilai di atas er [sembilan puluh persen] dart kapasltas: [b pada ondisi off, APDALdiakttfkan dengan sakenr utarna; tct APDALdihubungkan deng.. n masukan arus searah ang mer pr sentasikan sumber charging sesual spesi ikasi pengistan, vertftkast visual dilakukan pada tampilan Indikator/ display h.. rus menunjukan Informasi paling sedUd sesuai persa aratan indikator/ display· (d APDAL dihubungkan dengan beban keluaran arus searah rang merepresentaslkan beban lampu lig -milting diode (LED arus searah sesuai spesifikasi larnpu ligh -emittinq diode LED arus searah (paling sediki 2 [dua Iampu yang dihubungkan secara paralell, veri ikasi sual dllakukan pada .ampilan lndikator/display hams m nunjukan inforrnast palingsedikit sesuai pers ar.. tan; tet inverter diakttfkan dengan sakelar arus bolak baltk: ~ APDALdihubungkan dengan beban .. rus bolak balik pada keluaran inverter arus bolak balik dengan beban berup peralatan rurnah tangga dengan yang menggunakan motor tnduksi minimal dn a nominal 10 [sepuluh) watt ertflkast tsual dllakukan pada kinerjn normal peralatan rumah angga; dan www. peratu ran .go. id hlm. 55 (g~ APDA.L dihu bungkan dengan beban alat knmuntkasl portabel atau sejentsnya pada kedua kehraran unioorsal' sizriaJ bus secara bergantlan, vertfilk:as:i visual dilakukan pada tndtkatnr alat komunfkasi portabel: 71 Penandaan pada beterai selungkup baterai selungkup APDAL, pa.pan nama, p:ap011 mforrnast keselamatan dan lmgkungan dtgoeok selama h 5 [ltma belas] detik dengan menggimakan katn yang dtbasahl airr dan setelah kermg dtgosok lagj selama 15 hma be:las.]i detik dengan kaln yang dlhasaht dengan calran petroleum sp:int, selanjutnya dtkertngkan di udara dan kemudian dipertksa secara visual.
CA T.A:.TAN:
Petroleum spirit yang dtgunakan untuk uj:i hd harus n -Hexane C6H14· - alkane C6) dengan awal titlk dtdth o·5"C [enam puluh hma] derajat celstus titik kertng sekitar o,9r"C [euam puluh sembtlan derajat celSllus)1 kepadatan o.7 [nol koma tujluh]1 ktlogramj'hter dan aromatic hydmcarbon maksnnum terdirt atas O I% 1[no] knma satu persen] per volume,
c) Krtterta Kesesualan Pengujian dlnyatakan memenuhl standar iini j:ika haSlll pengamatan visual dan pengukuran: 1 I pemiukean selungkup APDAL. sel baterai, pak baterat, modul baterat dam seh..Jingkup p:ak baterai tidak ada eaeat: 2I dimens.t selungkup APDAL masuk dalam mlal toleranst yang dlpersyaratkan:
3) dimensii sel bateral dan modul baterat masah masuk dalam ntlal toleranst yang dlpersyaratkan; 41 penandaan papan nama, pertngatan dan mformasd keselamatan dan lingkungan harus sesuai perrsya:ratan dan terbaca dengan jelas; .51 semua filitu:r APDAL bekerja dengan normal; dan www. peratu ran .go. id hlm. 56 6 pengujian penandaan pada beterai, selungkup ba eral selungkup APDAL papan nama p pan informasi keselarnatan dan ltngkungan din a akan memenuhi stander in· jika sarnp l uji setelah digosok ses ai dengan perlakukan tersebut di ate penandaannya masih jel s terbaea.
2. Pengujlan K pasttas (Rated Capacity a Tujuan Tujuan pengujian untuk memvertflkast kapasttas APOAL b Prosedur baterai uji harus dtplllh dtstapkan, diinstal dan dru]t sesuai dengan SNI IEC 61 7-1:2018 kl.. sul 7.2 dtterapkan; 2 vertflkast nilai kapasitas harus dilaku n dengan menggunakan arus Ito tA) untuk baterai asam - timbal, 0,2 It { untuk nikel-kadmtum Ni·MH dan ba erai Litium da I o (A) untuk ba eral lalnnya sesuai d ngan Tabel 4 dan pasal ang relevan dengan standar ber aku ang tercanturn pada Z, S IIECol4 ...7-l:201 ·
(3 vertflk si dart kapasitas dura i p [ang harus dilakukan sesual dengan Tabel 4, dengan arus 1120 A dan pasal yang re evan dengan standar berlaku yang ercant m pada 7.2 S I IEC61 7-l:_018· dan
4) pengtsian har ts dilakukan sesuai dengan pasal ang relevan den an atandar berlaku ·ang tercantum pada 7.2 SNl IEC614 7-1:201 c Kriteria Kesesuaian Pengujian din_ atakan memenuht standar ini jika hasll pengamatan sual dan pengukuran memenuhi kesesuaian pada TabeJ4. hlm. 57 www. peratu ran .go. id Efisiensi sd Li-Jon 1 e bil n pulu limat 'i· sembitan pulu ) [de p puluh lime > 5 0 rn iEffi · ncy (effrri ncy ic f• Li- n list cadmium and i· tH cells ,o Effi · ncy ad-a id cells o (Stat o charge I en k.adrnium d Pen iai >> 5 > 80 (delap puluh] Efis fen si Scl s us Tabel · Eflsiensi AJ1 Ba erai pada Berbagai Status Pengistan pad Suh Referensidan Kedalarnan Pembuangan Harian Kurangdart 20Xi dua puluh persen] dart Kapa ttas ng nal
3. Pengujian E lstenst Pengisian TuJuan T Juan pengujian inl untuk menen kan eflsiensi pengisian PDAL · aitu rasto antar jum 11istrik ang dialirknn selama pernbuangan sel tau bateral dan jumlah llstrt _ ang dtperlukan untu m mullhkan a al s tus pengistan da~.a dalam kondtsi tert n . b P sedur Jika. tidak ada da a ang ers dia dart produsen baterai maka efisiensi d pa dtasumstkan p.. da Tabel . 0,2 I 5 C TANUntukde mis· liha Tabel 1 ntuk bateral lainnya, pabrtkan baterat harus mernbertkan setidakn ra nilal kapastt pada Cl O dan egnngan akhtr y g sesuai.
LOO 1 80 10 110 ClO I o I110 Cl O 1 00 1.85 120 admium dan Ni- H tirnbal kadmium h Hdan litium sam-Kapasitas s baterai pada apJikasi foto 101 aik 5 Tabe Durast Tegangan akhir pengosongan / sel i--~~~~i--~~~--~~~~~-ike]- Jam sam - Ikel- hlm. 58 Stab.IE IEfiirit:nai Sd iEfi.aicna11. s,ci . ikicl- :Efiaicnaii ad IP-.cngi.aiian Tunlball-Aaam kadrmnm dan : i- Li-Ion (Sane,of t.lW'",ect"ency MH {Efficiencg charge: l{SOC)I Lead-acid l~rctePilicy Nfr:kel- Li-Ion.cell.a) % ceUsO% cadm.iwn. ,and Ni.- % M:H cell.st% 75, ::-.. 90 >90 ::,.:;. 95 {tujuh puluh ts.,cmliilan ls.e:mb:il!an pu:luh.~ {acmibiilan liims.) puluhl puluh limal .i: 50 ::-.. 95 ~95, ::,.::,. 95, (liiina. puluh] s.,cmliilan [aemlailam putuh {scmbill.an pU:fuh l.ima,l liiinaJ pu!uh limal Catalan: kuantttas Us.tnk dmyatakan dalarn ampere-how- .Ah).
c) Knterta Kesesualan Pengujian dtnyatakan memernrhr standar ~mi j:ika j:itka hastl pengukrsran rasto antara jumlah listrtk yang dialirkan selama pembuangan sel atau baterai dan jumlah listrtk yang dtperlukan untuk mermalthkan awal status pengtsian daya dalam kondtsi tertentu sesuai dengan tabel 4. 4 Penguj1ian Discharge pe:rform.an.ce a Tujuan Pengujian Im untuk memverfflkast kapasitas pengenal dart sel atau baterai, lb) Prnsedur 11 Di.scharg'e pel'jarmance pada +2511C [dua puluh lima derajat oeletusl Penguj:ia:n ini tmtuk memvertffkasi kapasitas pengenal dari sel atau bateral pada +2~C [dua puluh ltma deraja t celslus] (a.Ji Langkah 11. - set atau bareral harus diis:iJ penuh sesual dengan JEC 52620:20 11. 4· klausul 6.2· (bl Langkah 2 - Sel atau bateral harus dtsnnpan pada tempera tur ambten 25..C , dua puluh Iima derajat celsnrs dengan tnleransi :t5~c [ltma derajat celstus], selama tldak kurang dart I [satu] jam dan tidak lebth dart 4 empat] Jam· hlm. 59 www. peratu ran .go. id 2j Discharge .'Perjarma.nce pada temperatur rendah Penguj:ian :ii[d untuk miemve:r.illk:asi/ mengtdentlfrkasi temperatur dimana kapasrtas tldak kurang dart 7100'Aii (tujuh puluh persen] dart kapasltas pengenal yang dapat dicapaa M'Emgacu :kc
6_2 [EC 62620:2014· ·11, Meng;aicu lloc· 5· I A uji pckpaaan rmaatan, aU'd.l!l:s pc:ngl!ro:ndiiai)an dapat d:ia,crta].lcs.n jika mermmgkinkan.
Sild.u:s. ini harua tcnlli.ai dari pengiaian dan pelepaaan muatan .acs.uai cl!~ngan. bu.tir ti1-2 lElC 62'620 :20 l 4 c11 Lima a·iikl!llJadiiiziin:kan untuk ujii mi YBilE lha.rua diiakhmi. pada Bk!hir darii aiklua pertama yang ~suai dcngan. persyaratan 5,0 h. 11, EIDgBCU :kc
6_2 [EC 62620:2014 1.0 1· s E M H 100% Ch .Ah. [00% mo mo iC5 .Ah %0; %Q Ah .Ah 95% 95,% QAh QAh 90% QAh · 'angacu :kc
6_2 [EC 62620:2014 · 'angac-n :kc
6_2 [EC 62620:2014 v .A Tipi:' ting'kai perigoaongert Tegangan aik!hir yang cl!iilap~r:llmn oieh pabrikan.
Tingkat artsa llco:n:s.tan :KaJ:iaaiit.aapelepeaan m a.tan minimum Ko:ndiai pclc:pa:san muatan 'Tab el 5 Discharge. pe:iformance. pada 25 ··c ± 5 ••c ldua puluh Inna derajat celstus dengan tolerans:i ltma derajat celsius I [e] Langkah 3 - se:I atau bareral barns kemudtan d.i![epas muatannya pada temperatur ambten clan seperti dijelaskan pada Tahel .5 ke tegangan akhtr yang dltentukan uleh pabrtkan pada IEC 62620:20114· klausul 6.2: (di Langkah 4 - Kapasftas IAh) dlbertkan selama langkah .J harus tldak kurang dart yang dttentukan untuk karaktertsttk Ini pada Tabel 5.. hlm. 60 ~al Langkah 1 - S 1 atau baterai arus diisi penuh sesuai dengan CE 2620:2014 klausul 6.2· [b Langkah2 - Sel atau baterai harus distrnpan se a idak kurang dart 16 enarn belas] Jam dan tidak lebth dart [dua puluh emp t] Jam pada ernperatur uji targe arnbten _ ang dtten ukan ol h pabrikan; [c] Langkah 3 - Sel atau baterai harus kernudtan dilepas rnua ann a pada emp ratur uji tnrg ang sam dan pada lngkat pelepasan rnuatan ang di entukan pada Tabel den tegangan akhir _ ang di entukan oleh pabrtkan s perti dijelaskan pad IEC 62tL0:20 H kla sul 6.2· (d Langkah - Kapasitas AhJ dlberikan elama I~ ngkah 3 haru tid k ku ~ ng dart ·ang dite kan untuk karaktertsttk Int p da Tab 1 6.
Kinerja pelep san muatan p da temperatur rendah dart sel a au baterai dapat dilaporkan pad interval 10°C (sepuluh deraj celsrus , seper · +Io•c plus sepuluh deraja c lstus] O C nol derajat celsius - 10°C minus sep luh derajat o Isius] clan -20°C (min s du puluh derajat celsius]. Tempera r ang dil porkan seharusn ra berada dalam j la e peratur uji arg t clan tempera ur uji targe dltambah l0°C sepuluh derajat celstus . Sebagai con oh jika uji dilakukan p da -_7°C fminus dua pulu tujuh derajat celsius] , temperatur ang dilaporkan hams -_0° (minus dun puluh derajat eelstus . ilat temper tur ~ dalah ernpera r ertlnggi antara pengujtan untuk nil · pelepasan muatan tipe [ dan H. Sebagai con oh jtka sebuah sel pe H memiliki kap si as P lep an uatan eblh ·nggi dart 70" [rujuh puluh persen] dart kapasttas pengenal: pada -30 °C minus ttga puluh derajat eelstus deng.. n O 2 nol korna dua pad - O °C minus dua p luh derajat celstus dengan 1 0 [s.. tu korna no I A dan pada -10° {minus sep uh d rajat celsius dengan 5,0 (nol korna lima) I • nilai hlm. 61 www. peratu ran .go. id H 3 Arns tingkat tinggi yang dnzinkan Pengujian ini untuk menge uasl k mampuan dart sua u sel au bat r i tipe H a au .. 11" u tuk menahan arus tinggi.
Ca Langkah 1 - Se) atau ba ral arus dust penuh sesuai dengan IEC 6...6 0: 014 klausul 6.2; [b Langkah 2 - Sel a au baterai harus dislmpan selam tidak kurang dart l satu jam dan ·dale leblh dart empa jam pada tempe... r arnbten 25°C fdu 70 ~· Ah tuj h puluh persen persen E A s 1/n It angacu 70% Cn ke 6.2 lEC Ah satu per 6_620:201 (tujuh n puuh rsen 0 2 It angacu nol ke 6.2 IEC koma CL 0;20 dua 1 0 f angacu (nol ke 6. lE.C koma 62 _o: 014 satu] 5, It b gacu nol ke 6.2 lE.C kom 0 620:201 llrna] 'ripe ingka pelepasan m tan Ttngkat Tegangan arus akhiry g konstan dilapork n oleh abrikan Kondisi pelepas n rnuatan Tabel. 6 Discharg p rformance pada te ratur r ndah "'-10°C minus sep uh emperntur dinilai s ba derajat celsrus ". hlm. 62 www. peratu ran .go. id c Krtteria Kesesuaian Pengujlan din ratakan mernenuhi standar ini jika hastl pengama an visual dan pengukuran: 1 tidak ada diskon · u tas sekring (fusing · tida.kada deformasi s I tau kotak ha erai dan dak ada kebocoran: set a au egangan baterai selarna p Iepasan harus menunjukkan tidak ada diskon tnuttas: dan kapasltas sel a au ba erai harus tdak kurang d ri 5~ ~s mbilan puluh limn persen dart k pasits s pen enal.
5. Pengujlan P ngtsran Ber ebih f O erCharg TuJuan Tujuan dari pengujian ini adalah un km m ·eri1 st kinerja kesel ma an APO L erhadap perlindungan pengisian berleblh.
Min·mum M H
I E s /A an m Ttngkat arus konstan Tipe abel 7 Ilai rus Pelepasan ) ue tan untuk UjiTingkat Tinggi_ g Dilzinkan pulu d raja celsius d ngan oleransi ....5 lirna deraja celsrus ; (ct Langkah 3 - Sel ata baterai harus kem dian di1 pas rnuatannj a selarna 5 ima de lk dengan toleransi =O l de ik [nol korna satu detik pada 5 C dua puluh der ja celstus dengan oleransi 5 C lllma deraja celsrus dan pada arus ... o.ng di entukan pada Tabel 7. Sel a pe epasan mu tan, egangan errmnal harus dicata ~ dan (d Langkah - Kapasttas pada0, nol ornadua] [ dart sel a au b terai dtukur b rdasark IEC 626-0:20 H kla sul 6.3. i. hlm. 63 b Prosedur Instalast: 1 Soc harus diatur dengan nilai di atas 50o/ [lime puluh persen dart kisaran Soc pada operast normal; dan pera.ngkat yang di di harus terpasang p da perlengkapan uji dengan dudukan 'ang se uai da disedlakan untuk pernasangan.
Prosedur: pada , ,atn_ a s mua kontaktor utama/p mutus ang sesuai untuk p ngisian harus ditutup: 2 harus batas kendali pengisl peralatan uji dinonaktlfkan; 3 perangkat ., ang dtuj! harus d..si d ngan arus pengist minimal 1 / 3 fseper ga C te pi idak m J bihl arus makstmurn dalam ren ang pengoperaslan normal seper · ang ditentukan oleh pabrtkan; 4 pengtsian harus dilanjutkan sampai perangka ang diuji fs earn otomatis} m mu s atau rnembatast pengtsian.
Jlla fungsi pemu s otomatis ga.galberoperasi atau ji a tidak ada fungsi sep rti it , p ngtslan harus dilanjutkan hingga perangkat ang diuji errsi dua kali Up,t dart desain kapasitas pengisiann ra: 5 setelah pemu usan pros s pengistan. siklus pengujian sebagaimana dijelaskan dalam E.3 Siklus Pengujian harus dilakukan. jlka idak dih rnba oleh per ngkat ang diujt: dan 6 pengujinn harus dtakhtrt dengan periode pengarnatan l [sntu jam pc_ da kondisi suhu Ingkungan dart ruang pengujtan. c Kriteria Kesesuaia Pengujian dinyatakan memenuhi s andar ini jika hasil pengamatan vtsue 1 dan pengukuran:
Sela.ma ngujian: fungsi perltndungan APDAL untuk memutus atau rnernb tast arus engtsian berlebih erkonflrmast; tidak bo eh terjadt ebocoran: www. peratu ran .go. id hlm. 64 3 tidak ada d formasl sel atau kotak baterai. dan ttdak ada kebocoran; 4 sel au egangan baterai selama pelepasan harus menunjukkan tldak ad dtskcnttnuttas; 5 tidak boleh ter] di pecah· 6 tidak bo eh terjadi pi· d 7 tidak bo eh terjadi ledakan.
6. Pengujian Pelepasan Muatan Paksa 'Forced Discharge a Tujuan Tujuan dart pengujian ini adalah untuk memverillkasi kinerja kesel rnatan APDAL terhadap perltndungan pelepas muatan berlebih. b Prosedur Instalasn SO harus diatur dengan rulai di atas 50 ~ I a pu uh persen) dart kisaran So pada operast normal; dan pernng t ang dtujl harus erp ang pada perl ngkapan ujl dengan dudukan yang sesuai dan dtsedlakan untuk pemasangan.
Prosed 1. 1 pada a, al pengujian, semua kontaktor utama/pemutus yang sesuat harus di tup; pelepasan muatan harus dllakukan dengan laju setidaknya 1/3 C (sepertigaC tetapi ldak akan m Jebihi .. rus rnakstmum dalam ren ang operast normal seperti yang dite tukan oleh pabrtkan; 3 pelepasan muatan hams dilanju kan sampai pera gka yang diuji [s cara otomatis m mu s ata m mbatast pelepasan muatan. Jika fun si p mutus otoma is gagaJ untuk beroperast atau jtka tidak ada fungst seperti i maka pelepasan mua an harus d.ilanjutkan sampat perangkat ang diuji di ep.. s rnuatann ra hlngga 5 (dua puluh lima persen dart level e nngan nominaln a· 4 segera se elah pernutusan proses pel pasan mua an perangkat ·ang druji, siklu standar seperti dijelaskan www. peratu ran .go. id hlm. 65 dalam E.3 Sikl s P ngujian harus dtlakukan jika tidak terhambat o eh p rangka yang diuji~ dan 5 pengujian haru dtakhtri dengan period pengamata · ~sa u jam pada ondisi suhu llngkungan sekttar pengujian. c Kliteria Kesesurian Pengujian din atakan memenuhi s dar ini jlka hastl pengamatan visual dan pengukuran: 1 fungsi perlindungan APDAL untuk memutus atau memba asi arus pelepasan muatan paksa terkonfirm st; tidak ada diskontinuitas sekring {fusing)~ 3 tidak ada deformasis I ata kotak bateral, dan tidak ada kebocoran: 4 sel a au tega g: 11 baterai selama pelepasan harus menunjukkan tdak ada diskon nuttas:
5) tidak bo1ehterjadi pecah: tidak boleh erjadi apt; da 7 tidak boleh terj di edakan.
7. Pengujian P ngujian Hubung Sing t Eks ernal T Juan Tujuan dart pengujtan ini adalah untuk mern ertfikasi kinerja keselamatan APDAL terhadap h ibung smgkat eksternal. b P sedur tns alasl: 1 So harus diatur dengan nilai di a as 50"k t ima puluh persen dart isaran Soc pada operasi normal· don Perangkat yang diuji harus terpasang pada perlengkapan uji dengan dudukan yang sesuai dan disecUakanuntuk pemasangan.
Prosedur:
Kondisi bertkut berlaku ntu pengujlan: 1 pada \1 al pengupan, sem a kont.aktor utama yang sesuai untuk P ngisian dau pelepas n mua an harus di urup, sert mode untuk mengaktifkan pengtstan da a ksternal. www. peratu ran .go. id hlm. 66 ik ini dak dapat diselesaikan dalam s tu pengujian maka dua a u 1 bih pengujian harus dilakukan: terminal positif dan negatif dart perangkat ang diuji harus dihubungkan satu sama Jain untuk rnenghasilkan hubung stngka . Koneksi rang digunakan untuk int harus mernlh · restst st idak melebihi 5 m limn mili ohm]; dan 3 kondisf hubung slngka harus dilanjutkan sampal operasl fungsi perlindungan APDAL untuk memutus atau membatasi arus h bung singkat terkenflrmasi atau setidakn a satu jam sete1ah suhu ang diukur p da selungkup perangk t yang dtuji telah stabil dengan artast perubahan suh kurang dart 4 C emp t deraja celsius hingga I satu jam. c Krtterta Kesesuatan Pengujlan din ratakan memenuhi standar iru jika hastl pengamatan visual dan pengukuran: 1 fungsi perltndungan APOAL un uk memutus atau memb ast arus hubung smgkat terkonfrrmasl: tidak ada diskontinuitas sekrmg (fusing)· 3 tidak ada deformnsisel atau kotak baterai, dan ttdak ada kebocoran: 4 sel atau egangan baterai selama pelepasan harus menunjukkan ttdak ad.. diskontmuttas: 5 tidak boJehterjadi pecah: 6 tidak boJeh terjadi pi; dan 7 tidak boleh terjadl edakan.
Pengujian Fltur Batt ry • 'anaqement System (B SJ TuJuan B :1S harus menga 1-iri p ngistan ketika ernperatur sel dnn/atau bateral rnencapai b tas atas . ang di entukan oleh pabrtkan set b Prosed r P ngujian dtlakukan dalam emp ratur ambien a al 25 [dua puluh llrna derajat celstus] dengan to eransi ±5 C [limad raja celstus] dan di bawah kondisi operasi normal kontaktor u arna www. peratu ran .go. id hlm. 67 tertutup dengan ststem baterai dlknntrol oleh BMS) dengan pengecualian ststem pendtngtn, jika disedtakan, harus diputus. Setiap ststem ba teral uj:iJ harus dtlepas muatannya pada arus konstan 0,2 nol knma duaJ1 [t A. ke ltegangan fimtl ,yang dltentukan oleh pabrtkan, Bate:ra:i sampelkemudtan harus d.Us:i pada arus yang dtrekomendaslkan .50'°Jo hma puluh persen] Soc. Tempeatur sistem baterai harus memngkat 5°C [lima derajat celsius) di. atas temperatur operasl makstmum.
Pengisian dtlanjutkan pada temperatur tinggii.sampal BMS mengakhm pengtstan, Akuis:iiJmonitoring data hams dtlanjutkan selama 11. lsatu) Jam setelah rangkatan berakhtr 1[misalnya BMS telah mengakhm pengtstan] ..
c) Kriterta Kesesuaian BMS harus mendeteksi ternperatur :pema.nas.an. Iebtn dan harus mengakhlrt pengtsian untuk memproteksi slstern baterai terhadap efek parah lebih lanjut . .Semua iri.:mgs:i dasl ststem bateral harus beroperasi penun sepertl yang dldeaafn selama pengujtan, Pengujii.an dmyatakan memenuhl standar ii:ni J:illka has:iil pengamatan visual clan pengukuran:
I) fungsi BMS untuk mermntus atau membatast arus hubu.ng si:ngkat terkonftrmast; 2I tidak ada diskontmuitas sekrtng lfusaj;
3) tidak ada deformast sel atau kctak baterat dan tidak ada keboeoran; 4j sel atau tegangan baterat selama pelepasan harus menunjukkan tidak ada dlsknnttmntaa; .51 tidak boleh terjadi pecah; 61 tidak boleh terjadt ap:iJ· dan 71 tidak boleh terjadi Iedakan,
9. Pengujrian Perltndungan Suihu Berlebsh a] Tujuan Tujuan dart pengujian ini adalah tmtuk memvertflkas! kinerja keselamatan APO.AL terhadap perhndungan suhu berlebth. hlm. 68 www. peratu ran .go. id apapun erhadap berlebihn a panas internal. suhu harus dinatkkan ke suh operasion maksimum _ ang ditenrukan oleh pabrikan. tindakan spesffik 1 Soc haru diatur dengan ntla! di a a 50"h Iima puluh persen dart kisaran Soc pada operast normal; perangkat yang di di harus terpasang p da perlengkapan uji dengan dudukan 'ang se uai da disedlakan untuk pemasangan · dan 3 pada a al pe gujian semua a at pro eksi _ ang memengaruhi fungsi perangkat yang dtu]t d 1 relevan dengan hasil pengujian hams beroperasi.
Prosedur .
Suhu perangka ang dlujt harus dtukur secara erus menerus di dale se ungkup di dekat sel selarna pe gufan untuk meman .. u perubahan suhu. Jika terdapa sensor rpasang maka dapat digunakan.
Pabrikan dan Lembaga Penllaian Kesesuaian harus men etujuiIokaslsensors ihu rang digunakan;
Selarna pengujian P rangk t .. ang diuji harus teru dii i dan dtlepas muatanny dengan arus kons an yang akan mentngka kan suhu sel s cepa mungkin dalam rentang operasi normal seper i_'ang di entukan oleh pabrtkan: 3 Perangkat ·ang diuji harus dttempatkan dalarn oven konvektif a u climatic chamb r. Suhu chamber atau o en hams ditingkatkan secara b rtahap hingga mencapal suhu ang ditentukan ses al dan kemudian diper ahankan pad suhu ang sama dengan a au lebih unggt, htngga akhtr Pengujian Jika AP AL dllengkapf dengan ttndakan per lndu gan terhadap berlebihn a pan s internal, suhu harus dinaikkan ke suhu vnng ditentukan o eh p brtkan sebogai ambang be tas uhu op rasional ntuk tindakan perlindungan ersebut. ntuk memastikan bahwa suhu perangkat ang diuji akan merungka : dan 4 Jika PDAL idak dtlengkapt den b Prosedur Inst, as]: hlm. 69 cJ Krtteria Kesesuaian Pengujian dtnyatakan memenuhi stands r ini jika basil pengama an vtsu: •. 1 dan pengukuran: 1 perangkat ang dluji mengharnba dan/ atau mernbatast pengtsan d.. 1/atau pelep san murtan untuk mencegah kenaikan suhu: suhu perangka ~ ang diuji dist bilkc. 1, ang berarti b hwa suhu bervartast dengan perubahan kurang dart C ernpat derajat s lsrus] hingga _ dua]jam. 3 tidak ada cliskonti u tas sekring (fusing· tidak ada deformssi s I atau kotak baterat, dan tidak ado. kebocoran: 5 sel atau egangan ba erai selama pelepasan harus rnenunjukkan tidak ada dlskonttnuttas: 6 ttdak bo eh erj di pecah: 7 tidak boleh terj di apt; dan 8 tidak boleh terjadt ledakan.
10. Pengujian Keju Terrnal (Th rmal buse} Juan Tujuan dart p n jian ini adalah untuk rn mveriflkasi ketahanan APDALterhadap perubah suhu _ ang ttba-tiba.
PDALharus menjalani sejurnlah siklus suhu rt ntu ang dimulai pada suhu Ungkungan diiku i oleh siklus suhu inggi dan rendah. lni mensimulasfk n perubahan suhu Jingkungan rang cepat _rang kemungkinan akan dialami oleh REESS (Recha!i abl El ctrical Energy Storag System selama um r pakal. b Pro edur Ins alasl Soc hams diatur dengan nilai di atas 50" ~ m p uh persen)dart ktsaran Soc pad operasi normal; dan sernua perangkat prot kst, ru1g akan m mpengaruhl fungsi perangkat _ ang dtuji dan _ ang s suai dengan basil pengujian harus beroperasi. www. peratu ran .go. id hlm. 70 Prosedur. Level Prociuk 1 perangkat yang diuji harus dis rnpan selarna se ·daknya enam jam pada suhu ujl ·o.ng sama dengan 60 C [enam puluh derajat celsius] dengan oleranst ± 2 C dua demjat Celsius ,. tau ebih ·ng_gi jtka diminta oleh p.. brikan, dilku · d ngan p ytmpanan se ama se tdakn .a enam jam pada suhu uji yang sama dengan - 0 C (minus emp t puluh derajat celstus dengan oleransi ± 2"C dua derajat celsius): interval vaktu maksimum antars suhu uji ekstrem hams 30 tiga puluh) menit; 3 prosedur ini harus diulangi sampat minimal otal 5 lirna siklus selesal dilakukan s t lah itu pera gka yang dtuji hams disimpan selama 2 (dun puluh empa jam p da su u sekitar 20 C [dua puluh d raja celstus dengan tolernnsi ±10•c (sepuluh derajat celst s · 4 setelah p n_nmpanan selama 4 [dua pu uh empa jam iklus p ngujian sebagatmcna dijelaskan di enrukan dalam E.3 harus dilakukan, jika dak dlharnbat o eh perangkat ang dlujt; d 5 pengujian harus diakhirt d ngan periode pengamatan l [satu jam pada kondisi suhu lingkungan dart ruang pengujian.
Prosedur. Leve Komponen [sel] l settap sel yang elah t nst penuh dist bilkan dalam temperatur arnbien 25 C dua puluh llrna deraja celsrus dengan toleranst :5• [llrnaderajat re stus] dternpatkan di ov n kon eksi udara gravitas! atau strku ast: ternperatur oven dltingkatkan pada tingknt 5 C/meni dengan tolernnsi ± °C/menit ke temperatur 8 C del pan puluh lima dera] celstus dengan toleranst es-c [llma derajat celstus · dan 3 sel etap pada emperatur ini selama 3 ( ga]jam sebelum pengujian dihen lkan. c Krtteria Keses aian Pengujian din a akan memenuhi s andar ini Jika hasil pengama an visual dan p ngukuran: hlm. 71 www. peratu ran .go. id persen dart ki aran SoC pad operasi normal; dan sernua perangk t prot st, ·ang akan m mp garuhl fungsi p rangkat ang diuji d n yang s sual dengan hasll pengu]tan harus b roperasl, Prosedur: 1 Perang t ang diuji hams dtsimpan s ama se idakn a 6 [enarn]Jam pada suhu uji yang sarn dengar 60°C [enam puluh deraja ce sius) d ngan toleransi • [dun d· rajat celsi tau ebih ·nggi jik dimtnta o eh p brtkan, diikuti dengan p nytmpanan selama setidakn a 6 [enam] jam pada suhu uji g sama deng n - o· [ernpat p uh aru diatur dengan ntlai di a a C1l [ltme p uh APDALharus menjalanl sejurnlah siklus suhu rt ntu ang dimulai pada suh lingkunga.n dilku i oleh siklus suhu inggi dan rendah. lni mensimulasi an perubahan suh lingkunga.n o pa ang kemungkinan akan dtalami oleh REESS (RechClli abl Electrical Energy Storag System selama um r pakal, b Prosedur lnstalasi: l So suhu ang tiba-tfba. ketahanan APDALterhadap perubah
11. Pengujtan Siklus Termal (Th rmal Cycling) Tu Juan Tujuan dart p n jian ini adal h ntuk mem ertflkasl perangkat ~ang diuji menghrunba dan/atau m mba ast pengts an don/ atau pelepasan muc tan untuk mencegah kenaikan suhu· tidak ad diskon Inuttas s kri g (fusing)• 3 tid k ada deformssi se atau kotak baterai, dan dak ad kebocoran: 4 sel a au egan baterai selama pel pasan harus menunjukkan tidak ad diskcntmuitas: 5 tidak boleh terjadi pecah: 6 tidak boleh terjadl apt· dan 7 tidak boleh erj di Jed kan. hlm. 72 derajat celstus] dengan tnleranst ±2''C [due, derajat celstus]; 2I tnterval waktu makstmum antara suhu uji ekstrem harus 30 tiga puluh] mernt;
3) Pros.edu:r tm harus diulangii sampai mtnnnal total .5 Lima.Ji stklus selesai dilakukan, setelah itu perangkat yang diuji hams dtstmpan selama 24 [dua puluh empa:tJ1 Jam. pada sohu s,eldtar 2o~c [dua pulun derajat celstus] dengan tnleransi ± w~c lsepuluh derajat oelstus]: 41 Se'belahpenyrmpanan selama 24 (dua puluh empat] jam, stklus pengujtan sebagairnana dl!je~Xil. dalam IE.3 barns d.iliikukan, jitka tidak dthambat oleh perangkat yarng d.i!uji; dan .51 PenguJi.an barns diakhirt dengan pertode pengamatan I (satuJi jam pada kendtst suhu lingkungan dart rnarng penguj:i.an..
c) Krtterta Kesesualan Pengujian dtnyatakan memenuht standar i.n:i j:ika hastl pengamatan visual dan pengukuran: 1 I perangkat ya:ril.g d.iuj1i menghambat clan/ atau mem batasi pengtstan danj'atau pelepasan muatan ueituk mencegah kenaikan suhu; 2I tidak ada diskontinu.itas sekrtng lfusaj; 31 tidak ada deformasi sel atau kctak baterat dan tidak ada kebocoran · 41 set atau tegangan bateral selama pelepasan hams menunjukkan tidak ada dtskonttnu ·tas; .5) tidak bol.eh terjadi pecah; 61 tidak boleh terjadi apt; mm.
7) tidak boleh terjadt Jedakan.
12. Penguji.an .Jatuh {Drop Test) a Tujuan Tuju.a:n dart pengujian in:i adalah untuk memverttrkast ketahanan APDA.L terhadap kcndtsi uj:ijatuh, www. peratu ran .go. id
hlm. 73b) Prnsedur I I PenguJian jatuh dtlakukan pada sel atau lblok sel dan ststem baterai .. Metode uj:i dam tmggi. darl jatuh dijelaskan oleh berat unit uji Yfil'llg dltunjukkan pada Tabel 6· 2j PenguJian jatuh diterapkan seluruhnya [sel atau blok sel dan ststem bateral] ·
3) Setiap uni.t ujil yang d.iii.s:i penuh di.jatu.hkan tlga kalt dan ketlnggian yang ditunjukan dalam Tabel 8 ke suatu beton datar atau lantal logrun. Dalarn nal rnassa unit ujt ku:rang dart 7 (tujru.hj kilogram. unit uj:i dtjatuhkan untuk rnendapatkan dampak dalam ertentasi acak, Dalam hal rnaasa unlt ujil adalan 7 tujuh] ktlogram atau Iehlh tetap:i kurang dart 20 (dua puluh] kltlogram pengujtan hams
d.Uakukan dengan unit ujil dljatuhkan ke arah bawah ke bawah, Pe:mru.k.aan bawah un:iil u.jil ditentukan oleh pabrtkan; 41 Se'be'lah penguJian. unit ujil harus dltsttrahatkan paltng stngkat 1 (satu) Jam dan pemerlksaan visual barns di lakubn.
CA't/ii:.'fAN Dala::m ha] pada lantai Jogam, hubung smgkat eksternal sel atau baterai dengan Iantal narus dihindarii. dengan pengukuran yang sesuar.
Tabel 8 - Metode dan Kondisil Uj:i .Jatuh Massa unit ujil Me'bodeuj:i 'Tinggi jatu.h Kurn:ng dari 7 Selul"llh 100,0 1(tujuh I ktlogram [seratus] sentaneter 7 ltuJuh) kilogram atau Selul"llh WO lebih-kurang dart 20 [dua [sepuluh] sen timete:r puluh kilogram 20 [dua puluh] kilogram atau Tepl dan sudut I0,0 [sepuluh] lebth-kurang dad 50 Itma sentlmeter puhah kilogram 50 i(li:na puluh] ktlogram Tepi dan sudut 5,0 atau lebth -kiui:rangdad I00 [llma sentimeter [seratus] kilogram hlm. 74 www. peratu ran .go. id kilogram kemudian rnassa kaku ,l sembilan korna sa
13. Pengujian Keju ltekanis (Impact) juan Tujuan dart pengujian ini adalah un k memvert Ikast kinerj kesel rnatan POAL erh .. dap kejut mekanis _ ang dapat erj di. b Prosedur Pengujlan Se u blok sel harus dilep m a annya pada arus konstan O, (no koma dua] ft A ke Serf> [ltma puluh persen] Soc. Sel atau blok sel di empatkan peda be on da ar a u lantat logrun.
Sua u bar stainless steel tipe 316 dengan diameter 15,8 lima belas koma d Japan milim er ±0,1 no korna sa u milime er] dan paling sedikit 60m.m [enam puluh rniltme er] p.. da panjang atau dim nsi erpanjang dart s l, ~·ang man ang lebih besar , dttempatkan m Untang pada pusat s 1 tau blo seL Suatu c Kriterta Kesesuai Pengujian din ra akan memenuhi standar int jtka hastl pengama an visual dan pengukuran: ndak ad diskontinuitas s krtng t(using)~ tid k ada d form, si s I atau kots k ba erat, dan dak ad.. kebocoran: 3 Se] atau t gG. ngan bateral s lama pelepasan harus menunjukkan ldak ad dtskon nuitas; 4 tidak boleh terjadi pecah; 5 tidak bo eh ter] di api; dan tidak boleh terjadi led, ka .
Jik sistem baterai dibagi ke untt cliuji sebagat perwakilan dart sistem ba erai, P brtkc n dapa menamb h fungsi yang ada di stst m ba eral akhir un k n t _ ang cliuji. Pabrika n sejarc jelas me aporkan unit ang diuj . sentimeter du korne lima 100 seratus] kilogram at, u Tepi dan sudu lebih Tinggijatuh assa uni uji Metode uji hlm. 75 d ~atuhkan dari ke inggian IO enarn ra us sepuluh] millmeter dengan to eransi - 5 [dua puJuh llrna millmeterke bar ang di emparkan pada sampel.
Suntu sel silind r .. tau prtsrnatlk akan ditumb kan d ngan s mbu ongttudin sejajar ke be on .. tar dan egak 1urus e su bu ongi udlnal dart 15,8 hma belas ko a d lapan milimeter di eter perm nan lengkung terl talc di tengah sarnpel uji, Sel prisma lk juga diputar O sembilan pul h deraja dlsekitar su b longitudinaln a sehtngga balk sisi lebar sempi akan erturnbuk Setiap s mpe han a akan erkena mbukan tungg dengan sampel erpisah yang dtgunakan untuk seti.. p mbu an.
CAT T . Dalarn hal pada lanai logam hubung s'ngk t ekstemal sel a au baterai d ng 1 rtal harus dihindari dengan pengukuran_ ang s suat. cl Krtteria Kesesuatan P ngujian din ratakan memenuhi s andar ini jlka h sl pengamatan vtsu.. ldan p ngukuran: 1 tidak ada diskontinuitas s kring (fusing)· 2 tidak ad d formast sel atau otak b ter · dan idak ad kebocoran: 3 sel atau egangan baterai selama pelepasan harus menunJukkan ttdak ad.. diskontmuttas: 4 tidak boJeh terjadt pecah: 5 tidak boleh terjadi api: d n 6 tidak boleh terjadl edakan.
14. Pengujian P ngujian Getaran { ibration] TuJuan Tujue dart pengujian ini dalah untuk m mvertfikasi kinerja PDAL dalam kondisi getaran ~·ang kemungkinan akan dia ami oleh PD Lselarna operas! transportast. b Prosed r Ins alast : 1 pengujtan ini harus dilakukan dengan APDAL engkap; dan www. peratu ran .go. id hlm. 76 perangkat ~ang dtuji harus dlamankan dengan kuat ke pl tform mesin g taran sed mildan rupa untuk dttransmistkan s cara memastikan be. hwa getara langsung ke perangkat yang diujl.
Prosedur: 1 pengujian hams dilakukan pada suhu s kitar 2o•c dua puluh d raja celsius dengan toleranst ::: IO C [sep uh derajat celsius · pada awal pengujtan Soc harus dtsesualkan dengan ntlai di atas 0° [sembllan puluh persen dart kapasttas:
J pada awal pengujian, semu perangka proteksi _ ang mempengaruhi fungsi perangkat ang diuji ang sesuai dengan hasil pengujian he rus b roperast: 4 perangkat yang dJuji harus diberi getaran ang memilikl bentuk g lornbang sinusoidal dengan sapuan logarrtmtk dart 7 (tujuh hertz sampai 50 [hrna puluh hertz dan kemball ke 7 tujuh hertz dalam durast 15 (lime. b as] menit· 5 srklus ini harus diulang 12 [dua betas]k Iidengan total 3 ( iga jam dalam arah rer lkal:dan 6 segera dilakukan pengukuran tegangan pak b erat, perangkat ang diuji memenuhi apabtla nilai tegangan <Y: sernbtlan puJuh persen] dari tegangan nominal. c Kriteria Kesesuaia Pengujian dinyatakan memenuhi standar ini Jika hasi1 pengarna an vtsu.. 1 don pengukuran: 1 tidak ada diskontinuitas sekrtng (fusing · tidak ada d formast se atau kotak baterai. dan ttdak ada kebocoran: 3 sel atau egangan baterat selama pel peson harus menunjukkan tidak ado diskon tnuttas: tidak boleh terjadt pecah; 5 ttdak boleh terjadi apt: dan tidak boleh erjadi ledakan. www. peratu ran .go. id
hlm. 7715. Pen.gujrian Nomiinal Keluaran Tegangan lrtverter a] Tujuan Tujuan dart pengujlan iini adalah untuk mernvertflkasr klll'ilerja mverter stan.d-afone pada APDAL. b)1 Prnsedur 1I Frekuensi mm tegangan keluaran ams bolak balik pada inverter stand-alone Frekuensi dan tegangan keluaran arus bolak balfk dari inverter starad-afone atau iinverter- miUJti-mode yang bercperasi pada mode stand-afo.rire. harus sesual dengan persyaratan di bawah mt: (a)1 tegangan keluaran keadaan tunak pada masukan mus searah uomlnal (bl tegangan keluaran keadaan tunak hams tldak kurang dart 90% [sembflan puluh peraen)1 atau tldak lebth dad 1 ICf'Ai [serafus sepuluh persen] dari tegangan pengenal nominal dengan inverter yang dlsuplai dengan nllal ncmjnalnya dart tegangan masukan arus searah [e] Kesesualan dtpertksa dengan mengukur tegangan ,o:uput arus bolak bahk dengan inverter yairil.g menyuplai tanpa lbeban dan ]agi dengan Inverter ya::ng m.enyuplai beban reststlf sama dengan daya keluaran kontmu rnakstmum pengenal mverter pada. m.ode .stand-,alone.. ·Tega.ngairil. keluaran arizs bolak balik dlukur setelah efek tnm.srent dart pernerap.an atau pelepasan dart beban telah berhentt, 2I Tegangan keluaran keadaan tunak meltntasl julat masukan arus searah (a)1 Tegangan keluaran keadaan tunak harus tidak kurang dart 85% ~deLapan puluh hma persen] atau tidak lebth dari 110% [seratue sepuluh persen] dari tegangan pengenal nommal dengan n·lat berapapun dalam julat pengenal tegangan masukan arus searah, www. peratu ran .go. id hlm. 78 (bl Kesesualan dilpenksa dengan mengukur tegangan keluaran arus bolak baltk dalam empat kondlsl: dengan inverter yang menyuplai tanpa beban dan m.en.yupla.i beban reststtf yang sarna dengan daya keluaran kon tmu makstmum pengenal mverter pada mode stand-afone; balk pada tegangan masukan 3TI1,S searah pengenal minimum dan pada tegangan masukan arus searah pengenal :maksimum .. ·'['egan.gan keluaran arus bolak ballk dlukur setelah efek tmnsfrm.t dart penerapan atau pelepesan dari beban telan berhentr, [e] Respcn beban langkah dart tegangan keluaran pada masukan arus searah nominal Tegangan keluaran keadaan tunak harus tidak kurang dart 85% ~d.el.apan puluh hma persen] atau tldak leblh dari 110% , seratus sepuluh persen] darl tegangan pengenal nomtnal selama 11,5 [satu knma liim.a) detfk setelah penerapan atau pelepasan beban reslsbf yarng sama dengan daya kehsaran kontmu makstmum pengenal Inverter pada mode stan.d-aJon~, dengan inverter yruug dtsuplal dengan ntlal nominal tegangan masukan arus searan Kesesualan diperfksa dengan mengukua tegangan keluaran mus bclak batik setelan Iangkah beban reslsbf dari tanpa beban ke daya keluaran kontmu makstmum, dan dad beban penuh ke tanpa beban, Tegangan keluaran RSM darl sfklus lengkap pertama dating setelah t = 1,5 [sa tu koma hma] dettk dtukur, dengan t adalah wakru terukur dari penerapan peru bahan langkah beban, 31 Frekuensi keluaran keadaan tunak Freku.ensi keluaran keadaan tunak harus tidak akan berbeda dart mlal nominal dart lebth dad +4% i(plus empat persen] atau -6°.A:i mmus enam persen], Kesesuaian dtperfksa dengan mengukur tegangan keluaran arus bolak ballk dalam empat kondist: dengan inverter yang menyuplai tanpa beban dan menyuplal www. peratu ran .go. id hlm. 79 beban resisttf yang sama dengan daya keluaran konttnu makstmum pengenal inverter pada mode s:tan.d-mone~ baik pada tegangan masukan arus searah pengenal minrmum dan pada te-gangan masukan arus searah pengenal makstmum, Tegangan keluaran arus bclak balfk diukur setelah efek transient dart penerapan atau pelepasan dad beban telah berhenti.
c) Kriteria Kesesuatan Pengujtan dtnyatakan mememtht standar in:i j:ika has.ill pengamatan vtsual dan pengukuran mememahi ketentuan di a.tas.
lo. Pengujrian JP54 a] Tujuan Tujuan penguj:i.an untuk memvenftkast .APDAL memenuht standar [P'54[terprotekst terhadap debu dan perctkan air. b)1 Prnsedur uJi debu I)1 KondisiJ atmo sfer untuk ujii afr atau debu dtrekcmendasikan sebagat bertkut:
Julat suhu: 11.5 ''C [llma belas derajat celsnrs] b:ingga 35 "C (tiga puluh Uma derajat celsms I Kelembapan relatff 25% ,'dua puluh hma persen] hlngga 7.5% ltu.Juh puluh llma persen] Tekanan udara: Bfi, [delapan puluh enam] kilo Pascal htngga 11.0o [seratus enam] kilo Pascal atau 860 delapan ratus enam pulub)1 mm bar- hlngga 11. .0fiO , sertbu enam pu.luh)1 mm bar, 2)1 Pen.guj:i.an dtlakukan dengan menggunakan kamar debu yang diil.engkapi prtnsip dasar yang dttunjukkan dalam Gambar I dt mana pcmpa strkulasi bedak dapat dlgantl dengan sarana laln yang cocok untnk rnempertahankan bedak talk dalam larutan pada kamar debu tertutup.
Bed.ak talk yang cUgunaka:n harus dapat melewati ayakan berktsi persegi, diameter kawat nom.malnya 50 (l.iima pu.luh)1 mtkro meter dan Iebar nominal celan antara kawat 75 jun ltuJuh puluh llma mfkre meter")!. .Jumlah bedak talk yang dig1ma!kan adalah 2 (dua)1 kilogram per mete!" kubtk www. peratu ran .go. id hlm. 80 vo1um karnar debu, dan tidak boleh digunakan un ik lebih dart _o [dua puluh] pengujian.
Gambar 1 - Gavru uji untu.k mem ertfikasl proteksi terhadap debu (kamar debu
3) S 1 ngkup yang diu]! di opang pada posisi operast normalnj di dalam karnar uji api tid dihubungkan e J:>0mpa vakum. Se ·ap lub ng kuras ang biase nya terbuka ha s dibtar erbuka se ama durasl ujt.
Pe gujtan harus diJ n] tkan selam pertode 8 de apan Jam 4 Jika ttde k praktts untuk me guji selungkup Jen ap dalam karnar uji, salah satu prosedur berikut harus diter pkan: {a pengujian se si setungkup _ ang t rselungkup secara tndivtdu: [b ngujian bagtan repr sentatif s l ngkup. ang bertst komponen seperti pintu lubang entil si, sarnbungan, pengedap poros dan lain- ain, berada pada posisi selama pengujtan: dan fct pengujian sel ngkup yang lebih kecil ang mempun at rtncian desain skala penuh ang s m. www. peratu ran .go. id hlm. 81 Pada kedue kasus terakhtr, volume udara yang dltartk melalul selunglrup yang diujii sama seperti untuk seluruh selungkup dalam skala penuh, Pros.edu:r ujii. ait1r (a]1 Kondisii. ketika menggunakan gawai uJi sepertl dalam Gamhar 2 ~tabung osflast]:
CAHl ' Flmi llil bllll'il ·U.L:Jii:.JI. -Gambar 2 - Ga\vai ujii. untuk memvertftkast protekst terhadap semprotan dan peretkan atr [tabung osflast] (bl ''fabu:r11.g esflast mempunyai lubang semprot pada seluruh 180" ,[se:rab.1s delapan puluh) semtltngkaran.
La.JIU altran total dlsetel seperti yang dttentukan dalam Tabel 9 dan dmkur dengan meter altran,
(c) Taburng bernsslast melahn sudu t 360~ ltiga ratus enam puluh derajat] 1ao~ lseratus delapan puluh] pada masmg-mastng sis:iJ vertikal, waktu untuk satu osilasi lengkap 12 :I( 360"' 'dua kali ti.ga ratus enam puluh derajat] kira-kira 12 [dua belas] detlk, (di Durasa uj:i adalah IO sepuluh] mentt. hlm. 82 www. peratu ran .go. id tf) Kondisi ke ilea menggunakan ga\1 al uji seperti dalam Gambar 3 (noselsernprot]:
Undung pen. imbang dil paskan dart nos J sempro dan selun p disemprot dart s mua arah angdapat dilakukan. ,R iustabung R mm 200 12 e, 1,8 31 2. 800 ?l 3, ' 29 62 4,3 as 75 5,3 87 6,1 100 7,0 N 0 07 1/min no koma nol tujuh liter per men it Iran air otal pada kondisi uji - Lajualiran rerat perlubang q : fP 3 d 1IP ann i lint dengan bung ostlast un uk rnemba pada se tap arah.
T: bel ~et Jika ldak diten ikan l in dalarn standar prod re e an penop ng untuk s lungkup g diujt berlubang-lubang sed tan sehtngga un k menghindart bertindak s b gai dinding an ra buffer) dan s 1ungkup di ernpro dart se · p arah hlm. 83 Gambar 3 - Gawai genggam untuk memverifikast proteksi terhadap s mprotan dan P rcikan air nosel sempre l c Kr1terta k sesuaian 1 ji debu Protekst memuaskan [ika pada tnspeksi, bedak k ldak ter um asi dalam jumlah ata lokast sedemtkian sehingga s pertl dengan jenis debu o.ng lain. dapat mengganggu op rasl 1g benar dart perlengkapan a au mengganggu kes larnatan. Kecua.li ntuk asus khusus yang jelas ditentukan dalarn standar produk rel an tidak boleh ada debu m numpuk jtka akan rnengarah pada penjaluran s panjang jarak rarnba . ji air Ttdakadanya air ang masuk. Secara umum. jika ada air telah masuk, make tldak boleh: ~a cukup untuk m ngganggu op rast ., ang benar dart perlengkapan a au m ngganggu keselamatan · ~b mengendap pada bagian insul si di maria akan dapa men rah pada pe [aluran sepanjang jarak ramba · fc) mencapai bagian akttf atau belitan ang tidak didesain untuk beropemsi etika basah: fd berakumulasi di dekat ujung kabel atau memasuki kabel jtka ada. ik selungkup dil ngkapi dengan lubang kuras sebalknj a dibukttkan dengan inspeksi bahwa se lap air yang masuk tidak berakumul si dan keluar tanpa menimbu kan bahaj pada perleng pan. ntuk selung up tanpa lubang kurns standar produk rele an har s menen ukan kondisi penerimaan jika air dapa berakumulasl untuk mencapai bagtan aktif. www. peratu ran .go. id
hlm. 8417. Pengujian Retensi dan Pemu than past s Pengujlan Retensi dan P m ihhan K pasitas dilakukan mengacu IEC 62620: 0l Sec.ondary cells and ba ten s containing alkaline or other non-acid l ctrolyli s - SeoondanJ lithium c Us and batteri s for use in industrial application atau standar yang re evan edisl t rbaru.
18. Pengujlan Da a Tahan Siklus Pengujian Daya Tahan Siklus dllakuk 1mengacu IEC 6 620:201 .
Secondary c lls and batten s contaminq alkaline or oth r non-acid el ctrolytes - Sec.ondary lithium cells and batteries Jor us m indas rial application ata standar ang relevan disi erbaru. l . Pengujian ominal Efistensi in erter Pengujian nominal Efisiensi in ert r dllakukan mengacu IEC IEC 616 3: l , Pho oooltaic systems - Pot r conditioners - Procedure for measuring ffu:iency, at.. u st, ndar ang relev edisi erbaru.
0. Ketentuan Penyimpanan Pen rimpanan • nng dimaksud adalah empat men f_mpan baterai sebelum dilakukan pendistrtbustan at u ttdak s dang digunakan.
Pengaturan penyimpan n baterai agar memperha tkan rekomendasi pabrtkan. Jika ttdak ada tnformasi dari pabrikan, penytrnpanan dapa dilaku 1 dengan m ngtkuti kondisl Iklim p n unpcnan dengan nilai batas antara lain mengacu pada IE 614-27-1: 013 klausul .. 9: 1, julat s hu ruangr 11 penyimpanan - o•c minus dua puluh deraja celsius ingga + 50"C fplu lima puluh deraja ee srus · kelernbaban < 01) sernbilan puluh persenj: dan
3. \ aktu penytrnpanan bateral maksimum L due bel s] bulan.
Temperatur nggi dan kelembaban saat di penyimpanan dapa men ebabkan penurunan kualt s bat rai. www. peratu ran .go. id hlm. 85 www.peratu ran .go. id lab.b sb a gmail. com Jl. agir Wonokromo o, 360, Surabaya .id in oa b4t.go.id email Kodc Labora orium clan Tc1p/Fax • 0 Nama am Laboratorium
LP·007-ID.
Balai Besar 0_2, • o. I 2 82 Bhan dan 50 08 r ng Teknik t .09 -ID B ai K was n Bes r Tekno ogi Puspiptek Gel. 20· 2 6 • Sc-rpong-Konverai Energi • Tan erang Scla an
BPPT 15314
J. Laboratori m P ngujian Penilai n ke e .alan berup pengujtan produk APDALdal 1 skema kesesuaian ini dilaksanakan oleh 1 bora orturn pengujian L Ketentuan Transpor si Transpor ast bateral mengacu pada standsr IEC 622 1 :....OL Safi ty of priman ands condary lithium c lls and ba ties during transport. kernasan ng memenuhi pers aratan pada IE 62281:201 klausul 4.3 don klausul Perie ng an khusus harus dilakukan pada saat pembongkaran dan harus mernperhattkan petunj k dart pabrfkan. kernasan as i at u men keselrunatan dir komendasi an un H. Ke entuan Pengemasan Juan dart pengemasan ada u tuk menghtnds rt kerusa an mekanik ang dap t terjadi selarna proses transportast, penanganan dan pen lmpanan. Penting dip rhatikan bah a pengem san mencegah kerusakan S 1 Bat rai dan baterai arena benturan/ g ncang selama dalam tr sportasi erta me cegah terjadin a ub ng sing a Jistrik dan orostj ang tidak dtl gi kan pada b.. terai. erusakan atau hubung singka ekstemal dapa m ngakiha an terjadin a kebocora , pecah ledakan atau kebak an IEC6 81: 01 klausul 7.
Pe, da saa sel atau ba erai litium ditransportasi n untuk alasan hlm. 86 www. peratu ran .go. id 4 struktur organtsast dan dtrekstj'manajemen; d.an 5 benefecial o ership; dan b data eknts paling sedikit berupa:
I data teknts produk ses al ketentuan spesifikasi eknis
APDAL' narn dan iden ltas unik produk APDAL; dan 3 kapasttas produksl.
2. D rasl S lek i Laboratortum pen [tan harus m mberi ja aban erhad p permohonan pentlaian kesesuaian dalarn jangka .aktu paling lama 3 ·gat hart erja setelah per ohonan dttenrn secara leng p dan benar. b Ja vaban permohonan pe Ilaian Ires sualan mernua pem a aan meneruskan atau m no .. prose penile ian kesesuatan beserta asannya. 3 · dan nornor induk berusah f. 1B · nomor pokok rajib p [ak NP 2 K. a a Cam Pelaksanaan Penilaian Kesesuaian I. Permohonan at cara pen ampaian p rmohonan penilatan kesesu an dilaksanakan s suai dengan ket ntuan s bagai bertkut: da admintstra f pall g sediki berupa: nama Badan Usahadan domisili kan or dan produksi: 6 021 32 76 5 02 I 5565_583
LP-108-ID. PT.
Q alis lndonesi 1021 7 4042 c s omercar a pln-itbang.co.id ama 0 Tdp/fw Kodc Lsboratorium clan Na.ma email
hlm. 873. Keputusan Seleksi Keputusan seleksi ditindakl ju · dalam bentuk dokumen perjanjt n yang paling sedi memu.. t: 1 pern ataan dart pemohon un uk bersedla mernenuhi jadv al pelaks naan penetapan pengujian, jents/kegtatan pengujian dan tata cam pangadaan clan [umlah sampel; dan 2 pern ataan dart lembaga serttflkast prod untuk membertkan salinan nsli poran/sertiftkat pengujian. b Laboratoriurn pengujtrn harus menginformasikan skerna pengujian ang dlten p .. n kepada pemohon/klien paling sedikit me iputi: l jen·s/kegia penguji, 1·dan tare car pangadaandanjumlah sampel.
D terminasi a De ermmast dilakukan dengan pengujian produk. b Ta car pengujian produk sesuai dengan pros dur pengujian produk APDAL. c Jadwal pe aksanaan, penetapan p ngujian jenis/kegiatan pengujian dan ta a earn pangadaan dan jumlah sampel se ual perjanjian ep tusan selekst.
Ttnjauan dan Kepu san a Laboratortum Pengujtan hams menunJ k personel -ang berw nang untuk menetapkr n keputusr n hr ii pengujian. b Laboratortum Pengujian harus men ampaikan hast pengujtan s earn utuh kepada p mohon dalam rangk P rbaikan produk. c Penetapan keputusan paling lamba 3 { iga hari terhirung s jak seluruh proses pengujlan t lah di aksanakan. d Batas aktu p rbaikan produk Idak bo eh dtbatr L e H stl keputusan dapa m nghasllkan putusan yaltu: l sertifikat/1 poran hasll uji tidak di erbi kan hingga penyel saian P rbatkan erh dap desatn produk ang tidak ulus uji; atau 2 penerbttan serti ca / aporan hasil ujL www. peratu ran .go. id hlm. 88 Penolakan serti ika / aporan hasil uji dapr terjadl atas pertnintaan Badan saha a au Badan saha t dak bersedta rnelakukan perbaikan terhadap desai produk. gJ Seluruh samp 1 b ser a laporan asil ji harus dikernba tkan kepada pernohon. h Laboratortum pengujian harus men impan salinan laporan hasil uji serta se] ruh ca atan pekerjaan untuk keperluan penelusuran di k mudian hart.
6. Penerbitan Sertifika /L poran Hasil Uji Penerbltan sertifika /laporan has· uji palinglama 1 [sat ~ hart s jak pene pan hasil uji. b] Dalarn ser ·fikat/Japor 1hastl uji paling sedlki mem a : l nornor s rtiflka /lapornn a au identiflkasi unik lamnya: tanggal penerbttzn ser iffka /laporan· 3 nama dan alamat laboratortum P ngujtan: 4 nama dan alamat pemegang ertifikat/laporan·
5) pem zataan kes suaian rang m ncakup narna dan iden ttas unlk dart produk identitas unik dari ipe produk atau elompo1 produk, lokc i p brik . ang rele an dengan obj k serti Ikasi: 6 masa ber aku sertiflkat/1 poran; 7 tanda ongan yang mengika secara h kum dart personel ang bertindak atas nama lernbaga s rti i produk; dan 8 status penunjukan laboratorium pengujian. c Sertiflka /laporan has· uji berlaku selama 3 ftiga tahun.
L. Ketentuan Peaporan dan Publikasi
1. Laborn orium pengujian haru rnelaporkan penerbitan serti lka /lapornn hasil f kepada Menteti melalui Dtrektur Jenderal e enagaltstrtkan d ngan embusan kep da Direktur enderal EBTKE paling larnba 7 [tujuh hart kerja terhitung sejak penerbttan serttftkat/Iaporan haslluji.
Labora ort m pengujtanharus memp blikasi an hastl pen ~ian.
3. Hasil pengujia.n a.ng dtpublikasikan paling sediki memuat: a nomor serti ka / aporan dan/atau Identiflkasl unik Iainnya: b nggal p nerbitan serti ikat/lapor n: www. peratu ran .go. id
hlm. 89c) nama dan alamat pemegang s.ertifikat/ laporan;
d) pernyataan kesesualan yang mencakup nama dan identttas untk dari pmduk, ide11tttas unik. dart tlpe pmduk, atau kelcmpok produk dan lokasi pahrtk yang relevan dengan objek serttftkasa;
e) masa berlaku sertii.kat/ laporan; dan fl status penunjukan laboratnrtum penguJian. 4·. Publikasl dtlakukan dengan pencantusnan pada UJC'bsioo laboratnrtum pengujian ..
5. Publfkasl dil.akukan paling lama 3 (Ugal hart sejak penerbttan sertiifikat/lapora.n has.illujt
MENTER[ iENERG 1 DA . SUMBiER DAYA
M ERA.L RiEPUBLIK DO ESIA.
AR1FlINTASR[F www. peratu ran .go. id